Anggaran Pembangunan Pasar Smep Diperkirakan Rp30 Miliar

Walikota Herman HN meninjau lokasi pembangunan Pasar Smep, tadi siang.Foto: ist

Harianmomentum.com--Rencana pembangunan Pasar Smep di Kecamatan, Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung dipastikan dimulai awal tahun 2019.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, Iwan Gunawan, biaya pembangunan pasar tersebut diperkirakan mencapai Rp20-Rp30 miliar.

“Nilai itu baru perkiraan. Angka pastinya belum tau, tim masih mulai menghitung anggaran biaya dan sebagainya di lapangan,” ujar Iwan kepada harianmomentum.com, Senin (16/7/18).

Iwan mengatakan, sesuai instruksi Walikota Bandarlampung Herman HN, proyek itu nantinya akan mulai ditender pada November-Desember 2018.

“Kemudian, Januari 2019 pembangunan fisik diharapkan sudah mulai berjalan di lapangan,” ujarnya.

Sementara, untuk Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut akan mulai digarap pada APBD-Perubahan 2018.

“Perencanaannya dipastikan selesai setelah pengesahan APBD-P 2018,” jelasnya.

Diketahui, dalam pekerjaan konstruksi DED dapat diartikan sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan (gambar kerja) detail bangunan gedung.

Sementara, Walikota Bandarlampung Herman HN memastikan pembangunan Pasar Smep akan dimulai pada awal tahun 2019.

Herman meninjau lokasi pembangunan Pasar Smep bersama Sekretaris Kota (Sekkot) Badri Tamam, Plt. Kepala Dinas PU Iwan Gunawan, Kepala Dinas Perdagangan Sahriwansyah.

"Ini buruan dibangun, jangan ditunda-tunda lagi. Saya kena marah terus sama masyarakat," perintahnya kepada Badri Tamam, Senin (16/7/18).

Herman mengatakan, pada tahun depan Pasar Smep mulai dikerjakan. "Perencanaannya sekarang, akhir November tender dan Januari mulai kerja. Paling lambat, sekitar Desember 2019 sudah bisa ditempati pedagang," terangnya. 

Namun dia menjelaskan ada revisi dalam pembangunan pasar tersebut. Jika sebelumnya pengembang PT Prabu Artha akan membangun delapan lantai. Kini, pemkot hanya akan membangun tiga lantai saja.

"Nanti kita buat tiga lantai, basement, lantai dua dan tiga," jelasnya.

Disinggung mengenai uang pedagang yang sudah diberikan ke pengembang sebelumnya, Herman mengaku persoalan tersebut akan diserahkan ke pengembang.

"Itu urusan dengan pengusahanya, nanti kita lihatlah perundingannya seperti apa,” katanya.

Sementara Sekkot Badri Tamam, mengatakan pembangunan pasar sudah masuk APBD 2019.

"Pengembang yang katanya dari Jakarta itu wacana dari kita saja. Ini kita mulai yang baru. Pembangunannya pakai ABPD Bandarlampung," singkatnya.(ap)




Berikan Komentar