Metro Surplus Beras 8 Ribu Ton

Achmad Pairin pada Hari Pangan Sedunia di Metro. Foto. Opie.

Harianmomentum.com--Wali Kota Metro Achmad Pairin memastikan kebutuhan beras di Kota Metro tercukupi dari panen petani di wilayahnya. Bahkan, surplus beras 8 ribu ton. 

Kebutuhan beras di di Bumi Sai Wawai, dengan penduduk sekitar 166 ribu jiwa, sekitar 2100 ton. Sedangkan hasil panen Kota Metro dalam setahun kurang lebih 26 ton. 

"Itu yang tanam tiga kali. Belum yang tanam dua kali. Jadi persediaan beras kami cukup. Bahkan, satu tahun panen, kami punya kelebihan di atas 8000 ton," kata Pairin usai membuka acara peringatan Hari Pangan Sedunia di halaman DKPPP, Jumat (5/10/18). 

Dijelaskanya, luas sawah di Kota Metro yakni 2895 hektare. Sedangkan 1455 hektare panen sebanyak tiga kali dengan hasil panen sekitar 5,6 ton per hektare. 

"Saya harapkan minimal panen padi di Kota Metro ini bisa 7 ton per hektare. Karena banyak warga dari luar daerah yang masuk ke Kota Metro. Mereka kan mencari makan juga disini. Tetapi sebenarnya, persediaan beras kami cukup untuk kebutuhan masyarakat Metro maupun dari luar Metro," jelasnya. 

Oleh sebab itu, pihaknya meminta Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) untuk mencari penyebab jika terjadi serangan hama wereng.

"Dengan begitu langkah penanganannya akan lebih cepat. Karena kami tahu penyebabnya. Jangan sampai banyak petani yang gagal panen," tambahnya. 

Kepala DKP3 Lusia Parjiyem menuturkan, dari luasan sawah yakni 2685 hektare, sebanyak 1771 hektare merupakan sawah yang ditanami padi. Sedangkan sisanya, ditanami palawija dan sayuran. 

"Untuk hasil panen yang ini memang belum ada laporan. Tetapi berdasarkan hasil panen sebelumnya per hekatare itu hasil panen sekitar 5,6 ton. Tahun ini juga kita tidak dapat jatah tanam gadu, tetapi karena curah hujan tinggi dan air yang melimpah, para petani menanam di gadu," ujarnya. 

Menurutnya, pada musim kemarau ini ada sawah yang mengalami puso atau gagal panen akibat diserang hama wereng. 

"Memang ada yang puso atau gagal panen. Tetapi kami belum tahu jumlah pastinya berapa hektare. Petani gagal panen itu sudah mengajukan klaim asuransi. Kami dampingi juga," ungkapnya. 

Ditambahkanya, DKP3 sudah melakukan penangan terhadap sawah yang gagal panen tersebut. Salah satunya, yakni dengan memberikan bantuan pestisida. 

"Sudah kami fasilitasi dengan memberikan alat-alat seperti pestisida untuk penanganan hama. Karena gagal kemarin itu karena hama wereng," pungkasnya.(pie).

Berikan Komentar