Supriyadi Alfian: Pahlawan itu Berkarya Membangun Daerah, Bangsa dan Negara

Supriyadi Alfian calon anggota DPRD Provinsi Lampung nomor urut 4 dari Partai Golkar asal daerah pemilihan (Dapil) VI: Tulangbawang, Mesuji dan Tulangbawang Barat

Harianmomentum.com--Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan.

Penetapan peringatan Hari Pahlawan dilakukan untuk mengenang pertempuran 10 November 1945 di Kota Surabaya sebagai puncak perlawanan bangsa Indonesia menolak agresi militer Belanda yang ingin kembali menancapkan kekuasaan di bumi pertiwi.

Pertempuran 10 November di Kota Surabaya pada hakikatnya adalah menunjukan eksistensi bangsa dan negara Indonesia di mata dunia, pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Setiap putra bangsa Indonesia tentunya punya pendapat berbeda untuk memaknai peringatan Hari Pahlawan. 

Berikut petikan wawancara Harianmomentum.com mengupas makna Hari Pahlawan dengan Supriyadi Alfian calon anggota DPRD Provinsi Lampung nomor urut 4 dari Partai Golkar asal daerah pemilihan (Dapil) VI: Kabupaten Tulangbawang, Mesuji dan Kabupaten Tulangbawang Barat. 

Apa makna peringatan Hari Pahlawan menurut anda?

Mengenang dan mengamalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Bisa dijelaskan?

Begini, kemerdekaan Indonesia itu direbut pasca kelalahan Japang dari tentara sekutu pada perang dunia II. Saat itu, tentera sekutu datang ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang. Kesempatan itu digunakan Belanda yang menjadi bagian dari sekutu untuk kembali berkuasa di Indonesia. Tentu itu mendapat perlawanandari para pejuang kita. Puncaknya terjadi pada 10 November 1945 di Kota Surabaya. Pertempuran itu, hakikatnya adalah menunjukan eskistensi kemerdekaan Indonesia di mata dunia.

Menurut anda bagaimana cara generasi saat ini mengamalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan itu?

Pahlawan itukan artinya orang yang berbuat suatu kebaikan bagi orang banyak tanpa mengharap pamrih. Tentunya dalam kontek bernegara, adalah melakukan kebaikan yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Jadi mengamalkan nilai kepahlawanan itu, tidak harus bertempur di medan perang. Kita semua harus bisa dan tetap mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan sesuai perkembangan zaman.

Seberapa penting pengamalana nilai kepahlawanan itu dalam kontek pembangunan di masa sekarang?

Sangat termat penting. Salah satu bentuk nilai kepahlawanan itu adalah semangat nasionalisme dan patriotisme. Tanpa semangat nasionalisme dan patriotisme yang kuat, mustahil kita dapat membangun dengan baik untuk mencapai cita-cita kemeredekaan mewujudkan masyarakat adil makmur sejahtera, seperti yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Bisa dicontohkan seperti apa bentuk nilai kepahlawanan yang harus diamalkan generasi saat ini? 

Pengamalan nilai kepahlawanan dalam posisi mengisi kemerdekaan itu bisa dilakukan dengan berbagai cara dan bentuk. Terpenting bermanfaat untuk kebaikan masyarakat. Tidak mesti yang berskala besar. Misalnya, generasi muda aktif mendukung program pembangunan di desa atau kampungnya masing-masing. Mengolah kreatifitas untuk membuahkan ide-ide positif yang dapat mengahasilkan karya yang bermanfaat untuk kebaikan masyarakat. 

Terakhir, singkat saja apa esensi pahlawan untuk generasin muda saat ini?

Berekspresi, berkarya dan berprestasi untuk membangun daerah, bangsa dan negara. (mnz)

    


Leave a Comment