Banjir di Padangcermin, Akses Jalan ke Bandarlampung Sempat Terputus

Kondisi desa di Kecamatan Padangcermin yang terdampak banjir akibat luapan air Way Ratai.

Harianmomentum.com--Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesawaran pada Jumat (19-4-2019) hingga Sabtu (20-4) pagi, mengakibatkan dua kecamatan dilanda banjir: Padangcermin dan Wayratai.

Banjir tersebut diakibatkan air Way (sungai) Ratai meluap. Akibatnya sejumlah desa di dua kecamatan tersebut terkena imbas dari air Way Ratai yang meluap.

Berdasarkan informasi yang diterima harianmomentum.com, air mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Di Kecamatan Padangcermin desa yang terdampak banjir adalah: Desa Wayurang, Paya, Tambangan, Hanaubrak, Khepongjaya, Desa Padangcermin, Sanggi dan Durian. Sementara di Wayratai hanya Desa Wates dan Bunut.

Bahkan, ruas jalan menuju Bandarlampung sempat terputus akibat air yang menggenang hampir sepanjang 500 meter.

Salah satu warga Desa Wayurang, Eli Tusnia mengaku pada saat air mulai menggenangi dia bersama keluarganya sedang tidur.

"Saya dibangunkan tetangga jam 03.00 WIB pagi, karena rumah kami sudah kemasukan air semata kaki. Semakin lama, airnya makin tinggi dan kami semua menyelamatkan harta benda agar tidak tergenang air," kata Eli kepada harianmomentum.com.

Menurut dia, air yang menggenangi rumah warga desa tersebut tingginya mencapai 150 centimeter. "Ketinggiannya berbeda-beda, mulai dari 50 sampai 150 centimeter," ujarnya.

Selain itu, menurut dia ruas jalan yang menghubungkan Bandarlampung - Pandangcermin juga tergenang air. Akibatnya, sejumlah kendaraan pun terpaksa menunggu air surut untuk dapat dilalui.

Walau begitu, berdasarkan sumber harianmomentum.com, akses jalan menuju Bandarlampung dari Padangcermin sudah bisa dilalui kendaraan. (adw)

Leave a Comment