Diduga Terlambat Dilayani, Pasien RSUDAM Meninggal

Suasana saat keluarga hendak membawa jenazah Riduan pulang ke Waykanan.

Harianmomentum.com--Diduga lambat dilayani, satu pasien Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) atas nama Riduan meninggal dunia, Senin (21-5-2019).

Adik Riduan, Anwar mengatakan kakaknya dirujuk dari Rumah Sakit Haji Kamino Waykanan menuju RSUDAM karena sakit lambung.

"Kalau diagnosis dari Rumah Sakit Haji Kamino lambungnya terluka, maka dirujuk ke sini," ujar Anwar kepada harianmomentum.com.

Dia mengeluhkan pelayanan RSUDAM yang terkesan lambat. Alasannya, pasien tiba di rumah sakit tersebut sejak pukul 15.30 WIB.

"Tapi baru dicek pukul 17.30 WIB, setelah itu dibiarin lagi oleh mereka. Baru sekitar pukul 19.00 WIB, dirontgen (ronsen)," sebutnya.

Akibatnya, pasien pun menghembuskan nafas terakhir usai rontgen. "Pas ke luar dari ruang rontgen itu sudah tidak ada (meninggal). Sepertinya, meninggal saat di dalam," terangnya.

Dia pun menyesalkan sikap RSUDAM yang lambat melayani pasien. "Apa karena kami memakai kartu BPJS, makanya dilakukan begitu," tuturnya.

Senada, Syaripudin mempertanyakan standar operasional (SOP) RSUDAM. Alasannya, rumah sakit tersebut baru mendapatkan sertifikat kelas A.

"Masa rumah sakit kelas A seperti ini. Apa gunanya sertifikat itu, tapi pasien tidak dilayani dengan baik," keluh Syaripudin.

Dia tidak mempermasalahkan kakaknya (Riduan) meninggal dunia, hanya saja tidak dilayani dengan baik. "Kalau masalah umur itu sudah diatur, tapi setidaknya dilayani dengan baik. Jangan dibiarkan saja," terangnya.

Selain itu, dia juga mempertanyakan mobil jenazah yang digunakan untuk membawa almarhum Riduan pulang ke Waykanan.

"Mereka bilang kalau tidak bisa menggunakan mobil milik rumah sakit, jadi pakai mitra RSUDAM. Kami pun harus membayar Rp1,8 juta," sebutnya.

Dia menduga hal tersebut sudah permainan manajemen RSUDAM untuk mengambil keuntungan lebih dari pasien. "Padahal kan mobil rumah sakit itu ada, kenapa harus pakai mitra? Inikan akal-akalan mereka saja," tutupnya.

Sayangnya, Kasubbag Humas RSUDAM Akhamd Syafri belum berhasil dimintai keterangan terkait hal tersebut. (adw)

Leave a Comment