Jumlah Pemudik Diprediksi Meningkat

Ilustrasi pemudik di Terminal Rajabasa Bandarlampung.

Harianmomentum.com--Jumlah pemudik yang menggunakan angkutan darat saat arus mudik lebaran tahun 2019 diprediksi meningkat dari tahun 2018.

Hal itu disampaikan Kepala Terminal Tipe A Rajabasa Bandarlampung Denny Widjan saat ditemui Harian Momentum di ruang kerjanya, Selasa (21-5).

Denny mengatakan jumlah pemudik tahun 2018 yang menggunakan angkutan darat mencapai 10 ribu orang. "Kemudian, untuk arus baliknya tercatat ada 8 ribu orang," ujarnya.

Dia mengatakan pemudik tersebut berasal dari Pulau Jawa yang pulang ke Lampung. "Kebanyakan itu para pekerja. Tapi ada yang balik lagi ada yang tidak. Sehingga, arus baliknya lebih sedikit," tuturnya.

Dia memprediksi jumlah pemudik tahun 2019 akan mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2018 dikarenakan harga tiket pesawat saat ini masih mahal.

"Untuk tahun ini diperkirakan sedikit mengalami, karena tiket masih mahal. Jadi banyak yang beralih melalui jalur darat," sebutnya.

Selain itu, menurut dia, keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni - Terbanggibesar juga mempengaruhi peningkatan jumlah pemudik.

"Karena banyak masyarakat yang antusias ingin mencoba jalan tol. Terutama dari Bakauheni ke Terbanggibesar, begitu juga sebaliknya," terangnya.

Untuk armada, dia mengatakan terdapat ratusan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) serta antar kota dan antar provinsi (AKAP) yang ada di Terminal Rajabasa.

"Kalau AKDP kita siapkan sekitar 250an kendaraan untuk semua jurusan. Baik itu barat, timur, utara atau selatan," ujarnya.

Meski demikian, dia mengaku tetap mengantisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang. Sehingga Terminal Rajabasa berkoordinasi dengan Damri dan PT LJU (Lampung Jasa Utama).

"Sampai saat ini sih kita koordinasi dengan Puspa, LJU dan Damri kalau kekurangan penumpang, kita minta bantuan mereka," sebutnya. (dra/adw)

Leave a Comment