Polisi Tangkap Dukun Pengganda Uang

Sugi Jantoro di Polsek Banjaragung. Foto. Rhm.

Harianmomentum.com--Penipuan dengan modus dukun yang mampu menggandakan uang masih saja menelan korban. Terbaru, terjadi di daerah Kecamatan Banjaragung, Kabupaten Tulangbawang.

Mengaku sebagai para normal, Sugi Jantoro (45), warga Unit Enam E1, ini mengaku bisa mengambil benda gaib yang ada di dalam tanah, seperti emas batangan di tempat-tempat keramat.

Namun kini Sugi tak bisa lagi berulah menipu warga. Pada Rabu (26-6-2019), dia ditangkap aparat Polsek Banjaragung di kawasan Etanol Kampung Duwitunggal Warga, Banjargung.

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin mewakili Kapolres AKBP Saiful Wahyudi, mengatakan, dukun yang tertangkap bermodus sebagai para normal, bisa mengobati orang. Kepada pasiennya itu dia juga mengaku bisa mengambil emas batangan dari tempat keramat.

Untuk mengambil emas satu lempeng, dia meminta mahar Rp100 ribu. Kepada calon korban dia menyebut satu lempeng emas itu beratnya tiga ratu gram atau tiga kilog gram.

"Jadi tergantung dari banyaknya emas yang akan di ambil. Kalau kita ingin sepuluh batang berarti harus menyiapkan uang Rp1 juta," terang Rahmin.

Untuk sementara ini, dari pengakuan dari pelaku, korbannya empat orang, namun menutup kemungkinan korban  bisa bertambah. "Kami minta masyarakat yang menjadi korban agar segera melapor," pintanya.

Sementara Sugi Jantoro mengaku pekerjaan ini baru dilakukan karena tertekan istrinya. “Bila tidak bisa membelikan rumah, isterinya mengancam akan pergi ke luar negri dan disuruh lepaskan anak saya," ucap Sugi Jantoro kepada wartawan harianmomentum.com. 

Dia mengaku menipu, namun Sugi juga menjadi korban penipuan orang lain. "Saya akui ini penipuan, tapi di sisi lain saya juga korban, korban dari temen saya namanya Gun Roro orang Lumajang," akunya.

"Karena pusing mau ditinggal istri ke luar negeri, dan anak saya mau dilepas ya terpaksa saya lakukan ini semua,” terangnya. 

Pada bagian lain, Kompol Rahmin meminta masyarakat jangan mudah terkecoh dengan harapan-harapan untuk mendapatkan emas ataupun untuk mendapatkan uang dengan cara melipat gandakan.

“Karena hal -hal yang semacam itu sebenarnya penipuan semua. Masyarakat harus hati - hati dan waspada terhadap modus - modus seperti ini,” paparnya. (rhm).

Berikan Komentar