Donor Darah PTPN VII Diikuti Sekitar Seratus Orang

Muhammad Hanugroho. Foto. Ist.

Harianmomentum.com--PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII kembali menggelar donor darah, Rabu (10-7-19). Sekitar seratus karyawan badan usaha milik negara (BUMN) ini hadir pada aksi sosial yang berlangsung di GSG Kompleks PTPN VII, Bandarlampung itu.

Baksi sosial untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74 Republik Indonesia tahun 2019 ini, bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bandarlampung.

“Donor darah secara rutin ini penting untuk mengetahui indikasi awal kesehatan seseorang. Jika berkelompok, ini juga bisa menjadi indikator bagi komunitas tersebut," ujar Firman, dokter di UTD Provinsi Lampung saat betugas memeriksa calon pendonor.

Dia menilai, kegiatan di PTPN VII, ini tergolong baik. Dari semua yang mendonorkan darahnya, tidak lebih 10 persen yang tidak layak diambil darahnya dengan berbagai sebab.

Dokter ramah ini mengatakan, donor adalah perilaku sosial kemanusiaan yang bersifat sukarela. Ketika seseorang datang untuk mendonorkan darahnya, kata dia, itu adalah indikator awal normatif yang mendeklarasikan dirinya sedang dalam keadaan sehat. 

“Sakit atau tidak, yang paling tahu adalah dirinya sendiri. Kalau dokter atau paramedis, alat, maupun hasil lab (laboratorium) adalah penunjang lanjutan dari indikasi adanya penyakit. Artinya, kalau dia datang mau mendonor, pasti dia merasa sehat. Walaupun, jika dicek secara medis, belum tentu layak,” kata dia.

Namun demikian, antusiasnya karyawan untuk mengikuti donor darah di PTPN VII merupakan tanda bahwa derajat kesehatan secara umum baik. Lalu, kata dia, 10 persen yang drop atau tidak jadi diambil darahnya oleh petugas belum tentu karena tidak sehat. Bisa saja karena pengaruh situasional.

Firman menegaskan, pemeriksaan dasar kepada pendonor tidak mewakili derajat kesehatan seseorang. Pemeriksaan dasar itu antara lain tekanan darah dan golongan darah. Namun demikian, tambah dia, jika seorang pendonor rutin melakukan pemeriksaan dasar tersebut, dan hasilnya memiliki kecenderungan tertentu, pemeriksa bisa memberi rekomendasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Ya, kalau dia periksa tekanan darah dan hasinya tinggi terus, misalnya. Kami akan anjurkan untuk periksa lab atau berobat lebih lanjut. Karena bisa jadi ada gejala penyakit lain yang butuh penanganan lebih lanjut. Dan, kalau di PTPN VII ini, kasus terbanyak adalah darah tinggi,” kata dia.

Dalam aksi sosial ini, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bandarlampung berhasil mengumpulkan 70 kantong darah dari 85 pendonor. 

Bukan hanya karyawan dan batih (keluarga), Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho juga turut hadir dan mendonorkan darahnya. “Saya dalam perjalanan dari Jakarta. Begitu sampai, saya langsung ke donor darah,” pesan dia kepada panitia.

Oho, sapaan akrab Muhammad Hanugroho mengapresiasi panitia yang konsisten menjalankan program donor darah yang bekerja sama dengan PMI itu. 

Menurutnya, donor darah membutuhkan sifat empati dan sikap konkret untuk tujuan kemanusiaan. “Saya apresiasi teman-teman karyawan yang mendonorkan darahnya. Ini adalah wujud kepedulian kepada sesama dan wujud empati kemanusiaan. Saya berharap ke depan lebih banyak lagi pesertanya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Sekretariat PTPN VII Okta Kurniawan mengatakan, antusiasme karyawan untuk donor darah sangat baik. Ia membuktikan, jika sudah masuk siklus tiga bulanan belum ada pemberitahuan donor darah, banyak karyawan yang menanyakan.

Pada agenda rutin donor darah di Kantor Direksi, kata Okra, selain memberi tahu karyawan Kandir, juga memberi tahu karyawan unit-unit yang lokasinya di seputaran Bandar Lampung. 

“Donor darah di Kandir ini diikuti karyawan dari Unit Kedaton, Unit Bergen, Unit Rejosari/Pematang Kiwah, Unit Way Berulu, dan Unit Way Lima. Ada juga beberapa simpatisan dari P3RI yang sukarea hadir,” kata dia. (rel).

Leave a Comment