Penjaringan PDIP Bandarlampung Ditutup, Total Delapan Pendaftar

Ketua Tim Penjaringan PDIP Bandarlampung Dedi Yuginta//acw

MOMENTUM, Bandarlampung--Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bandarlampung menutup pendaftaran penjaringan bakal calon (bacalon) walikota/wakil walikota, Senin (16-9-2019) sore.

Ketua Tim Penjaringan PDIP Bandarlampung Dedi Yuginta mengatakan, sejak 9-16 September total ada delapan orang yang telah mendaftarkan diri.

Dari delapan orang tersebut, lima bakal calon walikota: M. Yusuf Kohar (Demokrat), Eva Dwiana Herman HN (PDIP), Rycko Menoza (Golkar), Amin Fauzi AT (pengusaha) dan Tulus Purnomo (PDIP).

Baca juga: Pilwakot 2020, Tulus Purnomo Siap Terima Keputusan Partai

Selanjutnya tiga bakal calon wakil walikota: Jares Mogni (Bendahara DPC PDIP Bandarlampung), Frans Agung Mula Putra (Anggota DPR RI periode 2014-2019), dan Yonasyah (pengusaha).

“Sesuai jadwal, proses penjaringan sudah selesai hari ini. Mulai besok kita akan mengoreksi kelengkapan dan keabsahan berkas para pendaftar (17-18 September),” kata Dedi Yuginta.

Baca juga: Lengkapi Berkas Penjaringan PDIP, Yusuf Kohar Beberkan Visi-Misi

Dia melanjutkan, jika ada persyaratan para bakal calon yang kurang lengkap, pihaknya akan menyampaikannya kepada bakal calon yang bersangkutan.

“Bagi yang berkasnya belum lengkap, kita tunggu hingga 20 September untuk melangkapi, sebab jika tidak lengkap bisa saja digugurkan,” jelasnya.

Selanjutnya berdasarkan jadwal, pada 21 September DPC PDIP Bandarlampung akan menggelar pleno untuk kemudian menyerahkan seluruh berkas penjaringan ke DPP melalui DPD.

Baca juga: Koalisi Golkar-PDIP pada Pilwakot Bandarlampung 2020

Walau pun pendaftaran sudah ditutup, namun menurut Dedi, masih ada kesempatan bagi para kader internal PDIP untuk mendaftar.

“Pendaftaran umum kita tutup hari ini. Tapi untuk pendaftaran bacalon internal kita tinggu hingga 23 September. Sebab keesokan harinya DPD akan mengirimkan berkas ke DPP,” katanya.

Namun, kata dia, jadwal itu pun masih bisa berubah. “Kalau ada intruksi dari DPP, bisa saja berubah. Bahkan bisa saja kita buka penjaringan lagi,” ucapnya.(acw)

Berikan Komentar