Festival Kebangsaan Bumi Tuwah Bepadan, Sepuluh Etnis di Lamtim Ikrarkan Persaudaraan

Bupati Lamtim Zaiful Bokhari bersama para tokoh adat lintas etnis menggela prosesi angkat saudara

MOMENTUM, Gunungpelindung--Sepuluh etnis di Kabupaten Lampung Timur  (Lamtim) berkumpul bersama dalam gelaran Festival Kebangsaan Bumi Tuwah Bepadan.

Even yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lamtim itu berlangsung di obyek wisata Kali Jodoh, Kecamatan Gunungpelindung, Sabtu (16-1102019).

Kepala Badan Kesbangpol Lamtim Syahrul Syah mengatakan even tersebut bertujuan memberikan pemahan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman sesuai slogan negara Bhenika Tunggal 

"Melalui kegiatan ini kita ciptakan kerukunan, harmonisasi kehidupan antar etnis yang sangat beragam  di Kabupaten Lampung Timur," kata Syahrul. 


Dia melanjutkan, even tersebut diikuti seribu orang perserat dari sepuluh etnis masyarakat di kabupaten setempat" Lampung, Jawa, Batak, Sunda, Minang, Bugis, Palembang, Bali, Banten dan Tionghoa. 

Bupati Lamtim Zaiful Bokhari mengapresiasi terselenggaranya even tersebut. Menurut dia, even tersebut sangat positif mempekuat persatuan dan kesatuan masyarakat yang beragam sebagai modal utama menyukseskan pelaksanaan pembangunan.

"Tadi telah kita saksikan bersama bahwa semua etnis yang ada di Lampung Timur telah bersumpah, baik secara adat keratuan melinting dan adat masing-masing etnis untuk bersatu bersama-sama membangun kabupaten yang kita cintai ini," kata bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati Lamtim juga menerima gelar adat Lampung Pangiran  Nato Negaro. Gelar adatt tersebut diberikan olehb  Keratuan Melinting. 

Turut hadir pada kesempatan tesebut sejumlah pejabat Pemkab Lamtim, antara lain: Sekretaris Daerah  Syahrudin Putera,  Kepala Inspektorat  M.Noer Alsyarif dan Ketua TP PKK kabupaten setempat Putri Ernawati. (advertorial)


Berikan Komentar