Pengusaha Ungkap Soal Perizinan Berbelit dan Premanisme

Dialog pengusaha dan Bupati Tanggamus Dewi Handajani. Foto. Glh.

MOMENTUM, Kotaagung--Kabupaten Tanggamus dinilai kurang kondusif untuk berinvestasi. Selain soal keamanan dan kenyaman berusaha, proses perizinannya juga berbelit-belit.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara sejumlah pengusaha dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus di Rumah Makan Savana di Pekon Keagungan Kecamatan Kotaagung Timur, Kamis malam, 28 November 2019.

Pertemuan dihadiri Bupati Dewi Handajani, Sekdakab Hamid Hariansyah Lubis, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Supardi Sarkawi, Kadis  Lingkungan Hidup, M. Gilas Kurniawan. 

Seorang pengusaha di Kotaagung, Rudi mengatakan, salah satu kesulitan bagi para pelaku usaha yang ingin masuk ke Kabupaten Tanggamus untuk mendirikan usaha adalah terkait perizinan.

"Birokrasinya berbelit dan sering tidak jelas, sehingga para pelaku usaha kesulitan mengurus izin usaha," katanya dalam dialog.

Persoalan lain memiliki usaha di wilayah Tanggamus, kata Rudi, terkait jaminan kemanan yang membuat berusaha di daerah ini menjadi tidak nyaman.

"Tindakan premanisme yang masih banyak terjadi, sehingga mengakibatkan kurang kenyamanannya dalam melakukan usaha di Tanggamus," ungkapnya.

Sementara menurut Selamat, pemilik rumah makan di wilayah Kotaagung, juga mengeluhkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah terkait dengan peraturan yang ada.

Dia mencontohkan soal pemungutan pajak menggunakan mesin atau tapping boks di sejumlah tempat seperti rumah makan. "Banyak yang belum tahu dengan pemungunan pajak konsumen. Hal ini berimbas berkurangnya pelanggan," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Hamid Hariansyah Lubis mengakui masih banyak kekurangan yang mesti di benahi di Kabupaten Tanggamus.

"Bersyukur, dengan diadakan acara semacam ini, Pemkab Tanggamus bisa tahu apa saja keluhan bagi pelaku usaha, kita ingin mengetahui akar permasalahannya, dan berusaha mencari solusinya," ungkap Sekda.

Sekda juga menegaskan, akan mengambil langkah-langkah kongkrit terkait masalah-masalah yang ada di masyarakat, mengingat peran pelaku usaha dan investor itu penting dalam peningkatan pendapatan daerah.

"Kami akan lihat letak kelemahannya, kalau munculnya masalah karena ada di jajaran pemkab yang bermain maka akan kami panggil dan akan dilakukan pembinaan, namun bila tidak berubah maka akan kami akan ambil tindakan tegas," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Dewi Handajani mengatakan, pelaku usaha yang memang sudah ada harus diberikan kenyamanan dan keamanan, agar lebih maju lagi dalam melakukan usaha di Tanggamus.

"Maju mundurnya suatu daerah juga tidak terlepas dari tumbuh suburnya para pelaku usaha serta banyaknya investor yang menanamkan modal di daerah itu," kata Bupati.

Bupati berharap, ke depan dialog langsung dengan semua pihak dapat terus dilakukan, agar pemkab tahu apa saja yang terjadi sebenarnya di bawah, dan mencarikan solusi terbaik dari setiap permasalahan tersebut.

"Saya ingin semua program bisa dijalankan dengan baik, dan dapat dirasakan juga oleh masyarakat luas, bukan hanya mengandalkan laporan-laporan, kenyataannya malah banyak masalah di masyarakat yang tidak kita ketahui sebelumnya, sehingga mempengaruhi percepatan kemajuan Kabupaten Tanggamus ini," tegasnya. (glh/jal).

Berikan Komentar