Akademisi: Bawaslu Harus Belajar dari Pengalaman

Akademisi Universitas Lampung bidang Politik Dedi Hermawan//ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Akademisi Universitas Lampung (Unila) bidang Politik Dedi Hermawan berharap, pemetaan wilayah rawan politik uang yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandarlampung dapat berguna untuk menciptakan Pilkada yang bermartabat dan berkwalitas.

“Pemetaan itu kan pastinya berdasarkan pengalaman pemilihan sebelumnya. Semoga hal ini dapat mengantisipasi bahkan menghilangkan praktek politik uang di daerah tersebut,” kata Dedi kepada harianmomentum.com.

Baca juga: Pilkada 2020, Wilayah Pesisir Rawan Politik Uang

Dedi mengimbau Bawaslu dapat belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Sehingga praktek politik uang saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang bisa ditekan.

“Dengan modal pemetaan ini, seharusnya Bawaslu bisa bekerja lebih maksimal. Sebab mereka kan sudah mengetahui seperti apa modus terjadinya politik uang, pemicunya apa, dan cara mengantisipasinya,” terangnya

Namun menurut dia, untuk mewujudkan Pilkada bersih dan berintegritas, Bawslu sendiri tak cukup. Perlu peran serta banyak pihak.

“Ini harus menjadi perhatian semua pihak. Pangan calon (paslon) yang nanti akan maju, termasuk para pegiat demokrasi juga harus sama-sama memberi perhatian serius di kawasan yang terindikasi rawan politik uang tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga punya tugas untuk sosialisasi lebih gencar di wilayah rentan politik uang.

“Semua pihak harus bahu-membahu untuk mengeroyok daerah rawan ini agar minim politik uang. Kita berharap demokrasi sehat sehingga melahirkan pemimpin berintegritas,” harapnya.(acw)

Berikan Komentar