Petani Kelola 10 Hektare Hutan di Register 39 Batutegi

Pembuatan lahan percontohan di kawasan hutan Register 39 Batutegi. Foto. Ist.

MOMENTUM, Airnaningan--Kesatuan Pengelola Hutan Lindung VIII Batutegi, Kecamatan Airnaningan, Kabupaten Tanggamus, akan membuat lahan percontohan hutan kemasyaratan (HKm) seluas 10 hektare di kawasan Register 39.

Lahan percontohana tau demontration plot (demplot) itu akan dikelola Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri Lestari. 

Kepala KPHL VIII Batutegi, Ruchhyansyah mengatakan, petani menjalankan program ini mendapat dukungan International Animal Rescue (IAR).

"Demplot di kawasan Register 39 bertujuan melestarikan dan merebilitasi hutan," ujarnya pada peresmian demplot, Kamis (20-2-2020. 

Hadir pada peresmian itu, Kabid Pengelolaan DAS dan RHL, Dishut Provinsi Lampung MD Wicaksono, Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung Idi Bantara, Ketua Gapoktan Mandiri Lestari Eko dan pihak dari IAR, Miftahul Huda. 

Selanjutnya Ruchhyansyah menyebutkan, demplot seluas 10 hekrtare itu dikelola sembilan petani di bawah naungan Gapoktan Mandiri Lestari. Lahan itu akan ditanami bibit kemiri, petai, durian, alpukat dan jengkol. 

Dalam melakukan pembibitan dan penanaman, petani mendapat pembinaan dari IAR --lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang concern pada pelestarian hutan dan satwa. 

“IAR awalnya concern pada satwa yang dilindungi, salah satunya, kukang, di kawasan hutan Batutegi. Sekarang mereka turut peduli terhadap kelestarian hutan dan kesejahteraan petani," ujar Yayan sapaan akrabnya.

Sementara Kabid Pengelolaan DAS dan RHL, Dishut Provinsi Lampung MD. Wicaksono, menilai positif pembuatan demplot dengan melibatkan masyarakat.

“Harapannya ini menjadi contoh petani lain di sekitar hutan dengan memanfaatkan lahan yang terbengkalai,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPDASHL WSWS, Idi Bantara menyatakan siap mendukung penyediaan bibit bagi para petani yang ingin menanam di sekitar hutan lindung.

Dia berharap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga hutan. BPDASHL menyiapkan bibit untuk mengembalikan fungsi hutan dengan tanaman produktif yang menguntungkan masyarakat.

Ketua Gapoktan, Mandiri Lestari, Eko mengatakan, adanya izin mengelola kawasan hutan, membuat masyarakat akan turut menjaga kawasan hutan.   

“Adanya demplot, petani HKm menjadi kader konservasi yang ikut merawat dan menjaga hutan," ujar Eko. (*).

Laporan: Galih/Asdijal.

Editor: M Furqon.

Berikan Komentar