Polisi dan TNI Tinjau Kesiapan new normal di UBL

Tim Gabungan Gugus Tugas Covid-19 Polda Lampung dan TNI saat meninjau persiapan persiapan pelaksanaan New Normal di kampus UBL (Jumat 29-5).

MOMENTUM, Bandarlampung--Aparat kepolisian dan TNI meninjau persiapan memasuki tatanan kehidupan baru (new normal) di Universitas Bandarlampung (UBL), Jumat (27-5-2020).

Peninjauan itu dilakukan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling Polda Lampung AKBP Sri Winugroho, Komandan Rayon Militer (Danramil) Mayor InfAnang Nugroho, Kapolsek Kedaton Kompol M Daud dan Wakapolsek Iptu Rahmat Sumarsono.

Sri Winugroho menyampaikan sangat terkesan dengan persiapan yang dilakukan UBL terkait pengaktifan kembali aktifitas kampus.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pihak UBL terkait persiapan new normal di lingkungan kampus. Prosedurnya sudah sangat lengkap dan juga persiapan fisik berbagai fasilitas sudah memenuhi standar protokol kesehatan, saya kira ini akan menjadi model penerapan new normal yang dapat di adopsi pada tingkat Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung bahkan nasional,” sebut Winu.

Sementara, Wakil Rektor I Bidang Akademik sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 UBL Dr Ir Heri Riyanto MT., menyebut telah menyiapkan serangkaian prosedur perkuliahan ditengah pandemi Covid-19.

Mulai dari tata cara belajar di dalam kelas, tata cara pelaksanaan seminar dan skripri/tesis, hingga prosedur bimbingan skripsi bagi mahasiswa.

“Keputusan untuk memberlakukan new normal di lingkungan kampus ini tidak serta-merta kami putuskan begitu saja, banyak sekali pertimbangan dan persiapan-persiapan dan rapat intensif secara daring yang dilakukan dari jauh-jauh hari agar ketika diberlakukan semuanya sudah siap,” jelas Hery.

Sejumlah persiapan dalam memasuki new normal di lingkungan kampus UBL yakni yang pertama pada prosedur perkuliahan, jumlah mahasiswa per kelas akan dibatasi dengan maksimal 30 orang untuk kelas yang berkapasitas 60 dan 15 orang untuk kelas berkapasitas 30 sedangkan untuk absensi tetap dilakukan secara online seperti biasa.

Kemudian adalah prosedur belajar di ruang kelas, sebelum memasuki ruang kelas setiap mahasiswa wajib menggunakan masker dan mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman, serta menghindari berjabat tangan baik dengan dosen maupun teman.

Selanjutnya pada prosedur bimbingan, seminar, hingga ujian skripsi/tesis, mahasiswa dan dosen yang melakukan kegiatan ini secara tatap muka diwajibkan untuk menggunakan masker dan berbagai protokol kesehatan lainnya, kemudian jadwal ujian dan penguji akan ditentukan oleh Program Studi (Prodi) masing-masing yang dikirim melalui email ke mahasiswa, dan setelah peserta selesai melaksanakan ujian atau sidang, peserta harus langsung meninggalkan ruangan dan lingkungan kampus untuk meminimalisir keramaian.

Tak hanya itu, Hery juga menambahkan terkait persiapan penggunaan berbagai fasilitas kampus yang digunakan mahasiswa selama pandemi Covid-19.

“Selain prosedur dalam perkuliahan, kami juga telah menyiapkan fasilitas-fasilitas di kampus yang digunakan mahasiswa selama pandemi ini berlangsung, yakni penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan, pemindaian suhu tubuh pada masing-masing mahasiswa maupun dosen yang memasuki gedung perkuliahan, pembatasan jumlah orang yang menggunaan lift, yang mana biasanya sekitar 8 sampai 10 orang kini hanya 4 orang yang diperbolehkan menggunakan lift, lalu juga penerapan physical distancing pada berbagai fasilitas kampus lainnya dan penyediaan ruang disinfektan,” tambah Hery. (**)

Editor: Agung DW

Berikan Komentar