Hebatnya Orang Gila

Agung Darma Wijaya, Wartawan Harian Momentum.

MOMENTUM, Bandarlampung--Orang yang mengalami gangguan jiwa (orang gila) kerap dipandang sebelah mata. Dalam kehidupan, golongan ini selalu dikucilkan masyarakat.

Bahkan, anggota keluarganya sendiri pun terkadang enggan berinteraksi. Sehingga tak jarang mereka terlihat bepergian tak tentu arah.

Ada yang suka berkeliling pasar. Ada yang gemar menyusuri jalan. Ada pula yang hobi berkeliling kampung. Pokoknya kegiatan mereka di luar kebiasaan orang normal.

Seperti orang gila yang berhasil menerobos masuk ke dalam pesawat baling-baling Citilink ATR 72-600 nomor registrasi PK-GJS, kemarin.

Pria berkaos hitam dan berambut gondrong itu ditarik paksa sejumlah petugas keamanan Bandara Raden Inten II, Lampung Selatan (Lamsel).

Dia diseret keluar dari pesawat. Lebih dari lima orang memegangi bagian tubuhnya agar tidak memberontak. Video berdurasi sekitar 30 detik itu pun langsung heboh di media sosial.

Beragam komentar disampaikan netizen. Ada yang menganggap itu lucu. Tidak sedikit pula yang mengumpat PT Angkasa Pura II (AP 2), pengelola bandara tersebut.

Perseroan terbatas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mendapat kritik tajam. Mereka dianggap tidak becus mengelola bandara.

Begitu pun dengan saya. Asumsinya, jika sekelas orang gila saja bisa menjebol sistem keamanan bandara, bagaimana dengan teroris atau penjahat lainnya?

Entah apa jadinya jika orang gila tersebut adalah teroris yang membawa bom. 

Mungkin pesawat milik PT Citilink Indonesia (anak perusahaan Garuda Indonesia) itu sudah jadi bangkai. Menjadi puing.

Insiden memalukan ini mungkin bisa dijadikan dasar oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengevaluasi kinerja PT AP 2.

Jika sekelas orang gila bisa masuk dengan leluasa ke dalam bandara, artinya dia jauh lebih pintar dan profesional dari pengelola bandara tersebut. 

Semoga kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir dalam sejarah penerbangan di Provinsi Lampung. Tabikpun. (*)

Berikan Komentar