Tersohor

Andi Panjaitan, Pemred Harian Momentum.

MOMENTUM-- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung kembali jadi sorotan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Dianggap paling konsisten dalam menghambat realisasi anggaran pilkada yang tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Maka tak heran, Mendagri Tito Karnavian sampai lebih dari tiga kali menyebut Bandarlampung. Pada acara Webinar Nasional Pilkada Berintegritas, kemarin. 

Tito bingung, kenapa realisasi penyaluran anggaran itu bisa macet. Padahal, lima bulan sebelum pencoblosan seharusnya sudah selesai. 

Tito pun langsung meminta Walikota untuk segera menuntaskan persoalan hal tersebut. 

"Sekarang pejabatnya kalau ada di sini tolong cek, daripada nanti kita periksa, dari irjen nanti saya minta turun ke sana, mana uangnya," kata Tito.

Ternyata gertakan Tito sangat ampuh. Siang dia marah, sorenya pemkot langsung memproses pencairan NPHD. Meskipun belum sepenuhnya. Paling tidak kemarahan itu tidak sia- sia. 

Kebetulan, sore menjelang acara rakor persiapan pengawasan pemilu kemarin, saya bertemu dengan Ketua Bawaslu Bandarlampung.

Dalam obrolan singkat itu dia menyebut baru saja meneken pencairan anggaran sebesar Rp2 miliar.

“Barusan aja saya teken,” kata Candrawansyah sebelum menaiki podium acara. 

Ketua KPU Dedy Triadi juga menyampaikan hal serupa. Dia mengaku mendapat kabar karena pemkot telah meminta secepatnya mengusulkan pencairan sebesar Rp5 miliar.

Saat ini, pihaknya baru menerima anggaran sebesar Rp31 miliar dari total Rp39 miliar yang tertuang dalam NPHD.

“Jadi masih kurang sekitar delapan miliar. Tapi tadi kami diminta (pemkot, red) untuk kembali mengajukan permohonan dana sebesar Rp5 miliar dan sudah kami ajukan,” tuturnya.

Menjelang magrib, saya pun mendapat kiriman link berita salah satu media online nasional. Judulnya: “Mendagri Tegur Pemkot Bandar Lampung karena Realisasi NPHD Macet.”

Kiriman itu berasal dari sahabat. Warga Labuhanbatu Utara provinsi Sumatera Utara (Sumut). Tempat kelahiranku. ”Ini daerah tempat kau tinggalkan bro?” ucapnya melalui pesan whatsapp (WA).

Setelah membuka tautan berita itu aku berpikir; alangkah terkenalnya Bandarlampung saat ini.

Mudah- mudahan posisi ini bisa dipertahankan walikota. Sehingga kotaku bisa lebih tersohor lagi. Kalau sekarang cuma ditegur menteri, siapa tau nanti bisa ditegur presiden. Biar nambah keren. (**)

Berikan Komentar