Bawa Puluhan Orang, Camat Kedaton Gerebek Rumah Warganya

Screenshot video saat oknum camat dan lurah dan jajarannya menggerebek kediaman warga di Jalan Rusa, Kelurahan Sukamenanti, Kedaton, Kota Bandarlampung.//ist

MOMENTUM, Bandarlampung-- Beredar video oknum camat dan lurah menggerebek kediaman warga di Jalan Rusa, Kelurahan Sukamenanti, Kedaton, Kota Bandarlampung. 

Aksi koboi yang terekam dalam video berdurasi sekitar 10  menit itu terjadi pada Sabtu (12-9-2020) sekira pukul 22.00 WIB

Dalam rumah itu, para tamu yang datang malam-malam tersebut lantas mengambil sembako berlogo salah satu bakal calon kepala daerah. Mereka pun menanyakan asal-usul sembako yang ada di rumah tersebut. 

Kediaman yang digerebek itu diketahui milik warga bernama Ujang Suryadi, istrinya bernama Fitri yang merupakan panitia pengawas kelurahan setempat. 

Pemilik rumah setempat, Ujang Suryadi menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12-9-2020) sekira pukul 22.00 WIB.

“Malam Minggu itu sekitar jam 10 malam, ada rombongan linmas, lurah, camat dan RT. Ada sekitar 20 orangan lebih yang datang,” kata Ujang kepada harianmomentum.com, Senin malam (14-9-2020).

Lurah yang dimaksud dikenal Ujang bernama Yudis (lurah Sukamenanti) dan Camat Kedaton bernama Febriana.

Kemudian, sambung Ujang, para tamu tak diundang itu menanyakan ada sembako tidak di rumahnya. Mereka pun melihat ada beberapa dus sembako (minyak) berlogo bacalonkada di dalam rumah Ujang. Mereka pun melihat sembako itu, dan memvideokannya.

“Terus lurahnya ngomong ke saya, masalah sosialisasi itu dilarang karena ada peraturan walikota poin empat. Dilarang membagikan sembako karena covid19,” tuturnya.

Padahal menurut Ujang, istrinya yang berstatus panwas kelurahan tidak pernah membagikan sembako.

“Saya ini cuma sopir. Kebetulan dapat job menghantarkan barang (sembako milik bacalonkada, red). Tapi kami, apalagi istri saya tidak pernah bagikan sembako ini,” ungkapnya.

Sembako yang ada dikediamannya tersebut pun, menurut Ujang, untuk dikonsumsinya sendiri. “Karena saya sudah bantu nyopirin, saya pun dikasih sembako, ya saya ambil lah,” katanya.

Ujang Suryadi pun merasa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari para aparatur di tempat tinggalnya , malam tu. Sebab mereka datang beramai-ramai.

“Jelas saya terganggu. Seolah-olah saya ini maling. Tidak ada surat tahu-tahu datang gerebek saya. Cuma namanya saya orang kecil, tidak bisa ngomong, mau cari pengaduan kemana. Saya cuma sopir harian lepas,” keluhnya.

Baca juga: Netralitas ASN Dipertanyakan, Bawaslu: Apa Karena Istri Walikota Maju Pilkada

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap dua oknum ketua RT di wilayah Sukamenanti. 

Kedua oknum RT tersebut turut serta dalam aksi penggerebekan di kediaman Fitri, Panitia Pengawas (Panwas) kelurahan stempat.

“Tadi sudah dimintai keterangannya oleh Panwascam setempat. Tapi besok mungkin baru saya lihat laporan dari hasil investigasi tersebut,” jelas Candra.

Selain kedua RT, Panwas Kelurahan setempat juga telah diminta keterangan. Beserta suaminya yang bekerja sebagai sopir, yang sempat mengangkut sembako milik salah satu bacalonkada.

“Fitri statusnya adalah Panwaslu Kelurahan Sukamenanti. Suami bekerja sebagaia sopir yang ngangkut barang punya bacalonkada. Keduanya kemarin sudah dimintai keterangannya,” tutur Candra.

Soal adanya oknum lurah dan camat yang turut serta dalam penggerebekan, menurut Candra kemungkinan bisa dipanggil juga.

“Tapi kita lihat dulu hasil dari investigasi yang telah dilakukan Panwas Kecamatan. Kalau diperlukan akan kita mintai juta keterangannya. Apalagi kalau ada dugaan keterlibatan atau ikut berpolitik,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Lurah Sukamenanti dan Camat Kedaton Febriana belum berhasil dikonfirmasi. (acw/ap)

Berikan Komentar