Iklan Susu Kental Manis Menyesatkan, Bisa Bikin Obesitas

Tanggal 09 Agu 2017 - Laporan - 1034 Views
Susu Kental Manis (SKM). Foto: Net

Harianmomentum--Promosi susu kental manis (skm) yang selama ini di­anggap sebagai produk makanan dan minuman yang baik untuk anak dan keluarga, sebenarnya tidak sesuai kenyataan.

 

Terlalu banyak konsumsi susu kental manis berpotensi terserang obesitas.

 

Hal ini kembali dijelaskan Anggota Satgas Perlindungan Anak dan Unit Koordinasi Kerja (UKK) Tumbuh Kembang Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rachmat Sentik. 


Menurutnya, komposisi susu kental manis biasanya terdiri atas 50 persen gula, 7,5 persen protein, 8,5 persen lemak, serta 34 persen air dan bahan tamba­han lainnya. Artinya, satu gelas susu sedikitnya bisa mengand­ung 20 gram gula, atau setara dua sendok makan.

"Jumlah tersebut terbilang tinggi, mengingat anjuran asu­pan gula harian tidak melebihi 25 gram. Dan asupan gula ber­lebih ini dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes anak," sesalnya.

Masalahnya, lanjut Rachmat, sampai saat ini masyarakat beranggapan susu kental manis baik untuk anak. Akibatnya, anak yang seharusnya diberi susu pertumbuhan, akhirnya malah diberi susu kental manis dengan alasan praktis dan ekonomi.

"Bila hal ini terus berlanjut, da­lam 20 tahun ke depan kesehatan anak-anak Indonesia jelas teran­cam. Di sinilah peran rekan-rekan profesi kedokteran untuk terus mengedukasi masyarakat tentang asupan gizi yang perlu dan tidak baik untuk anak," ucapnya.

Rachmat pun berharap ada kerjasama dari seluruh pihak untuk mentatasi masalah ini. Dia minta produsen produk makanan dan minuman mulai melakukan promosi yang ber­tanggung jawab. Caranya, den­gan memberikan edukasi kepada konsumen mengenai kandungan produk, cara penggunaan dan takaran penyajiannya.

"Selain itu tentunya pemerintah juga harus bertindak. Lakukan sosialisasi, edukasi, dan tegakan regulasi pangan yang aman untuk anak. Itu tang­gung jawab mereka (pemerintah -red)," terangnya.

Terkait hal ini, anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh menyatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perlu memperjelas pengkatego­rian susu kental manis.

 

Selama ini kandungan produk dalam iklan susu kental manis kurang mendapat perhatian. "Ke depan­nya, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi BPOM," pintanya.

Dia menilai, saat ini kon­sentrasi edukasi BPOM lebih banyak di bidang kosmetik dan obat. Padahal, persoalan pangan untuk kebutuhan anak juga perlu mendapat perhatian serius.

"DPR tidak bisa sendirian, harus ada dukungan dan kerjasa­ma dari berbagai pihak, BPOM, perdagangan, kemenkes dan juga masyarakat," tegasnya. 

Sementara Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eni Gustina mengakui, banyak iklan produk makanan dan minuman yang menyesatkan konsumen. Salah satunya adalah susu kental man­is, yang semestinya bukan untuk dijadikan minuman, namun ditampilkan sebagai susu untuk minuman keluarga.

"Misalnya iklan susu kental manis. Susu kental manis itu isinya gula sama lemak, tapi di iklan ditampilkan sebagai susu." sesalnya.

Eni pun meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) lebih tegas terhadap regulasi ten­tang penyiaran yang sudah ada. Selain itu dia juga mengimbau agar masyarakat memperhatikan tayangan iklan. Masyarakat har­us bisa menilai, apakah tayangan itu sesuai atau tidak. (rmol)

Editor: Harian Momentum


Comment

Berita Terkait


Peringati HUT ke-63, IKWI Lampung Gelar Disku ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke ...


Pemkab Pandeglang dan Astra Financial Resmika ...

MOMENTUM, Pandeglang --  Puskesmas Pembantu (Pustu) Pakulura ...


Pemkot Metro Fasiliasi Tiga Pasien Jalani Per ...

MOMENTUM, Metro--Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memfasilitasi tig ...


Rumah Sakit Sri Pamela Membang Muda Resmikan ...

MOMENTUM, Medan -- Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang be ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com