MOMENTUM, Bandarlampung -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung terus mematangkan persiapan berbagai agenda besar olahraga di tingkat regional maupun nasional.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, usai memimpin rapat koordinasi internal bersama jajaran wakil ketua umum di kantor KONI Lampung.
Taufik Hidayat menjelaskan bahwa agenda utama saat ini difokuskan pada persiapan Pelatnas bagi atlet yang telah lolos PON, serta persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
"Kami sedang melakukan koordinasi intensif terkait persiapan Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan Juknis (Petunjuk Teknis) Porprov. Kami akan segera mengaktifkan tim kecil untuk menyusun panduan tersebut agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar," ujar Taufik.
Terkait teknis pelaksanaan Porprov, KONI Lampung akan bersinergi dengan KONI Kota Bandar Lampung yang ditunjuk sebagai tuan rumah utama. Fokus koordinasi meliputi penentuan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan, yang mayoritas merujuk pada cabor di ajang PON, meski tidak menutup kemungkinan adanya cabor ekshibisi.
Target Tuan Rumah PON 2032
Selain fokus pada Porprov, Taufik Hidayat juga mengungkapkan langkah serius Lampung dalam pencalonan diri (bidding) sebagai tuan rumah PON ke-23 tahun 2032 bersama Provinsi Banten. Saat ini, tim sedang melengkapi berkas persyaratan administrasi, termasuk surat dukungan dari Gubernur dan DPRD Lampung.
"Kami juga terus menggalang dukungan dari KONI provinsi lain di seluruh Indonesia karena mereka yang memiliki hak suara. Sejauh ini, kami sudah mendapatkan dukungan resmi dari lima provinsi di Sumatera, termasuk Aceh, Jambi, dan Bangka Belitung," jelasnya.
Ia menambahkan, tim KONI Lampung dijadwalkan akan melanjutkan safari ke Sumatera Barat dan Sumatera Utara untuk memperkuat basis dukungan. Sementara itu, KONI Banten berbagi tugas dengan melakukan pendekatan ke wilayah Jawa dan Papua.
Optimalisasi Fasilitas dan Media
Dalam kesempatan yang sama, Taufik menyebutkan adanya upaya optimalisasi fasilitas pendukung olahraga melalui kerja sama dengan pihak luar, seperti Taman Kehati untuk cabang olahraga terbuka di Kota Baru.
KONI Lampung juga terus memperkuat lini komunikasi melalui pengembangan media sosial dan platform digital. "Kami memaksimalkan website, podcast, hingga media sosial seperti Twitter (X) dan Facebook agar seluruh informasi mengenai perkembangan olahraga di Lampung dapat terdistribusi dengan baik kepada masyarakat dan pemangku kepentingan," katanya. (**)
Editor: Muhammad Furqon