Tiga Lokasi Rawan Banjir di Metro Timur, Pihak Kecamatan Surati Dinas PUPR

Tanggal 26 Feb 2026 - Laporan Adipati - Rio. - 288 Views
Lokasi rawan banjir terparah di depan pasar 24 Tejoagung, Kecamatan Metro Timur. Foto: Rio.

MOMENTUM, Metro -- Setiap hujan, warga sekitar Kecamatan Metro Timur dihantui banjir. Di wilayah ini, setidaknya ada tiga lokasi rawan banjir. Yaitu, Gang Abdullah, Jalan Raya Stadion (depan Pasar 24 Kelurahan Tejoagung), dan Jalan Ki Hadjar Dewantara. Selain ketiga titik utama tersebut, luapan air dilaporkan sempat terjadi di Jalan Pala Raya, Kelurahan Iringmulyo.

Meskipun penangan banjir sudah pernah dilakukan di tiga lokasi tersebut. Namun upaya yang dilakukan seolah terkesan sia-sia, banjir tetap datang dan menggenagi rumah warga.

Camat Metro Timur, Fery Handono mengatakan fenomena banjir berkaitan dengan siklus curah hujan tinggi dua tahunan yang kerap terjadi di tahun genap.

"Berdasarkan pengamatan, pada tahun genap seperti 2018 hingga 2026 ini, curah hujan cenderung meningkat. Hal ini berdampak pada debit Sungai Batanghari yang meluap, sehingga elevasi air sungai sejajar dengan saluran pembuang. Akibatnya, aliran air terhambat dan memicu genangan dan banjir," kata Fery, Kamis (26-2-2026).

Khusus untuk kawasan di depan Pasar 24 Tejoagung, Fery menyebut kondisi yang menyerupai cekungan menjadi penyebab utama berkumpulnya air dari berbagai arah. 

Namun, berkat langkah rehabilitasi dan penyodetan yang dilakukan Pemerintah Kota Metro, durasi genangan kini jauh lebih singkat, yakni berkisar antara 30 hingga 60 menit.

Menurut dia, sejumlah langkah teknis telah dan sedang diupayakan untuk meminimalkan dampak luapan air. Seperti di Kelurahan Yosodadi: Peninggian saluran pembuang di Jalan Kol (arah Taman Edukasi) serta peninggian badan jalan di titik rawan.

Lalu di Jalan Ki Hadjar Dewantara, fokus pada pembersihan sedimen lumpur dan tumpukan sampah yang menyumbat drainase di bawah trotoar.

Pihak kecamatan telah menyurati Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk segera melakukan pengerukan sedimen secara menyeluruh.

"Kami sudah menyampaikan mitigasi teknis kepada OPD terkait. Termasuk rencana peninggian saluran di belakang wihara yang akan masuk dalam perencanaan pembangunan tahun ini agar air tidak lagi masuk ke rumah warga," tambah Fery.

Sejalan dengan program Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden RI, Kecamatan Metro Timur terus menggalakkan budaya gotong royong melalui program Minggu Bersih.

Aktivitas ini sempat menyesuaikan jadwal selama bulan suci Ramadhan, namun Fery memastikan intensitasnya akan kembali ditingkatkan. 

Selain Minggu Bersih di lingkungan warga, kegiatan serupa juga rutin dilaksanakan di lingkungan kantor setiap hari Selasa dan Jumat.

Dia mengimbau masyarakat agar menjaga pola hidup bersih dengan tidak membuang sampah ke saluran air.(**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Rapat Pengentasan Kemiskinan, Plt Bupati Ingi ...

MOMENTUM, Gunungsugih -- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Ten ...


Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Pr ...

MOMENTUM, Anaktuha -- Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin m ...


Tiga Lokasi Rawan Banjir di Metro Timur, Piha ...

MOMENTUM, Metro -- Setiap hujan, warga sekitar Kecamatan Metro Ti ...


Warga Desak Pemkot Metro Perbaiki Kerusakan d ...

MOMENTUM, Metro -- Warga Kota Metro, mendesak pemerintah kota (pe ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar