Sejarah Festival Ogoh-ogoh Seputihraman, Berawal dari Gagasan I Made Suarjaya

Tanggal 08 Mar 2026 - Laporan Agus Setiawan - 156 Views
Festival Ogoh-ogoh di Seputihraman Lampung Tengah. Foto: Agus S.

MOMENTUM, Seputihraman -- Festival ogoh-ogoh di Kecamatan Seputihraman, Kabupaten Lampung Tengah, memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya menjadi tradisi tahunan menjelang Hari Raya Nyepi.

Festival tersebut pertama kali digelar pada 1999 dan diprakarsai oleh para aktivis Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Pengurus Daerah Lampung, salah satunya I Made Suarjaya, yang kini menjabat anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Gerindra.

I Made Suarjaya mengungkapkan, gagasan memfestivalkan ogoh-ogoh pada awalnya sempat menuai penolakan. Sebagian pihak menilai ogoh-ogoh merupakan simbol sakral dalam tradisi Hindu sehingga tidak pantas dijadikan festival.

“Waktu itu memang sempat ada penolakan. Namun kami terus melakukan dialog dan pendekatan kepada tokoh masyarakat hingga akhirnya festival ogoh-ogoh pertama bisa dilaksanakan pada 1999,” kata I Made Suarjaya, Minggu (8/3/2026).


Festival perdana tersebut memperebutkan Piala Bimas Hindu Provinsi Lampung, yang saat itu dipimpin Kepala Bidang Bimas Hindu Provinsi Lampung, I Made Suma.

Pada penyelenggaraan pertama, festival diikuti oleh delapan peserta ogoh-ogoh dari sejumlah kampung di Kecamatan Seputihraman, di antaranya Kampung Ramadewa, Kampung Ramagunawan, Kampung Ramamurti, dan Kampung Ruktiharjo.

“Pada festival pertama itu, Kampung Ruktiharjo berhasil meraih juara,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, festival ogoh-ogoh di Seputihraman berkembang pesat dan menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat setiap menjelang Hari Raya Nyepi.

Tidak hanya diikuti masyarakat Bali di Lampung Tengah, festival tersebut juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah yang datang menyaksikan perayaan tersebut setiap tahun.

Menurut I Made Suarjaya, antusiasme masyarakat yang tinggi membuat kegiatan ini sempat mendapat dukungan anggaran dari APBD Kabupaten Lampung Tengah, dengan kepanitiaan dikoordinasikan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lampung Tengah.

Festival ogoh-ogoh bahkan mencapai puncak partisipasi pada 2015 dengan 34 peserta ogoh-ogoh serta dihadiri berbagai pejabat daerah, mulai dari bupati, wakil bupati, kepala dinas, anggota DPRD hingga pejabat Pemerintah Provinsi Lampung.

Namun setelah 2015, kegiatan tersebut tidak lagi mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Akibatnya, kepanitiaan tidak lagi dikelola oleh PHDI kabupaten.

Meski demikian, semangat masyarakat untuk menjaga tradisi tetap bertahan. Penyelenggaraan festival kemudian dilanjutkan oleh generasi muda melalui Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma Indonesia (Peradah) Lampung Tengah.

“Hingga saat ini festival ogoh-ogoh tetap dilaksanakan oleh masyarakat dan menjadi momentum yang dinanti setiap menjelang Hari Raya Nyepi,” kata I Made Suarjaya.

Tahun ini, Festival Ogoh-ogoh Kecamatan Seputihraman kembali digelar pada Minggu, 8 Maret 2026.

Menurutnya, sejarah festival tersebut menunjukkan bahwa tradisi besar dapat lahir dari keberanian memperjuangkan gagasan serta komitmen masyarakat dalam menjaga nilai seni, budaya, dan kebersamaan lintas generasi. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Festival Ogoh-ogoh Seputihraman Disebut Ajang ...

MOMENTUM, Seputihraman -- Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah W ...


Sejarah Festival Ogoh-ogoh Seputihraman, Bera ...

MOMENTUM, Seputihraman -- Festival ogoh-ogoh di Kecamatan Seputih ...


Bupati Pringsewu Kukuhkan Pengurus Dewan Kebu ...

MOMENTUM, Pringsewu -- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menguku ...


by.U Korea Kaja Vol 2 Hadirkan Kompetisi Rand ...

MOMENTUM, Jakarta -- by.U, youth telco brand serba digital dari T ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar