MOMENTUM, Pringsewu -- Prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tercatat sebesar 19,5 persen pada 2024. Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan 2023 yang berada pada 15,8 persen.
Data tersebut disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat mengukuhkan Ny. Rahayu Sri Astutik Riyanto Pamungkas sebagai Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu pada acara Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting di Aula Utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Selasa (10/3/2026).
Riyanto mengatakan percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas nasional maupun daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 serta diperkuat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.
“Secara nasional prevalensi stunting masih berada pada kisaran 21 persen. Di tingkat daerah, berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu menunjukkan tren fluktuatif,” kata Riyanto.
Ia menjelaskan pada 2021 prevalensi stunting di Pringsewu tercatat sebesar 19 persen, kemudian turun menjadi 16,2 persen pada 2022 dan 15,8 persen pada 2023. Namun pada 2024 kembali meningkat menjadi 19,5 persen.
Sementara itu, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Pringsewu justru menunjukkan tren penurunan setiap tahun, yakni dari 6,54 persen pada 2021 hingga menjadi 5,3 persen pada 2025.
Menurut Riyanto, perbedaan capaian antara data SSGI dan EPPGBM perlu dipahami secara metodologis dan dijadikan bahan evaluasi bersama guna memperkuat validitas data, meningkatkan ketepatan sasaran intervensi, serta memperbaiki tata kelola pelaporan.
“Penghargaan bukanlah tujuan akhir. Tujuan utama kita adalah memastikan setiap anak di Pringsewu tumbuh sehat, cerdas dan produktif,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pada 2025 Kabupaten Pringsewu meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi.
Sementara itu, usai dikukuhkan sebagai Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu, Rahayu Sri Astutik Riyanto Pamungkas menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia, tetapi juga berkaitan dengan tumbuh kembang anak, kemampuan belajar, kesehatan, hingga produktivitas mereka di masa depan.
“Mari kita pastikan setiap ibu hamil mendapat perhatian dan pendampingan yang baik serta terus memberikan edukasi kepada keluarga. Mudah-mudahan langkah kita ini membawa keberkahan sehingga Pringsewu dapat menjadi kabupaten yang bebas dari stunting,” katanya.
Ia berharap upaya bersama seluruh pihak dapat mempercepat penurunan stunting demi mewujudkan generasi Pringsewu yang sehat, unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (**)
Editor: Muhammad Furqon