Dorong Keseimbangan Petani dan Industri, Pemprov Lampung Bangun Ekosistem Singkong Berkelanjutan

Tanggal 12 Mar 2026 - Laporan Harian Momentum. - 89 Views
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung -- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri guna menjaga keberlanjutan ekosistem komoditas singkong.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur saat menghadiri acara silaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional di yang berlangsung di Bandarlampung, Rabu (11/3/2026). 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Lampung fokus melakukan akselerasi dan sinkronisasi langkah seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diambil untuk menata kembali tata kelola industri tapioka agar lebih berkeadilan. 

"Selama satu tahun ini kami terus belajar dan bekerja keras untuk menyatukan langkah dalam menjaga, mendesain, serta menstabilkan ekosistem ubi kayu di Provinsi Lampung," ujar Gubernur. 

Menurut dia, Lampung memiliki peran krusial dalam kedaulatan pangan dan industri nasional, di mana sekitar 70 persen industri tapioka nasional terpusat di Provinsi Lampung. Potensi besar ini, menurutnya, harus dikelola dengan regulasi yang tepat. 

"Lampung adalah daerah yang sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat bagi dunia usaha," tegasnya. 

Sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan penataan kebijakan melalui penetapan harga singkong yang diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Langkah ini bertujuan menciptakan keseimbangan (equilibrium) antara kesejahteraan petani dan keberlangsungan operasional industri. 

Gubernur mengapresiasi para pelaku industri tapioka yang telah kooperatif mendukung kebijakan tersebut. Ia meyakini bahwa kunci kebangkitan sektor pertanian adalah keselarasan tiga pilar utama yaitu dunia usaha (industri), masyarakat (petani) dan pemerintah (regulator). 

Selain aspek harga, Pemprov Lampung juga memacu produktivitas melalui optimalisasi Cassava Center. Pusat riset ini diproyeksikan menjadi hub pengembangan bibit unggul dan metode budidaya modern dengan melibatkan akademisi dan praktisi industri. 

"Kita jaga bersama ekosistem ubi kayu Lampung ini. Singkong dan tapioka adalah kebanggaan kita. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung akan semakin kuat dan melompat lebih tinggi," katanya. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Pekan Depan WFA, Nusron: Kantor Pertanahan Te ...

MOMENTUM, Jakarta -- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan ...


Digitalisasi Layanan Pertanahan Bukan Sekadar ...

MOMENTUM, Bali -- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepa ...


Kementerian ATR/BPN: Tidak Ada Program Pemuti ...

MOMENTUM, Jakarta -- Beredarnya informasi di media sosial mengena ...


Presiden Tunjuk Dirjen Bina Keuangan Daerah A ...

MOMENTUM, Jakarta -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar