MOMENTUM, Bandarmataram — Warga Kampung Jatidatar Mataram, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, antusias mengikuti sosialisasi peluang kerja sistem tebang ikat harian yang digelar Sugar Group Companies (SGC) di Balai Kampung Jatidatar Mataram, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang ingin mengetahui peluang kerja yang ditawarkan perusahaan perkebunan tebu tersebut. Dalam sosialisasi itu, masyarakat diberikan informasi terkait berbagai posisi pekerjaan yang tersedia.
Kepala Kampung Jatidatar Mataram, Siti Aisyah, menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang dinilai peduli terhadap masyarakat sekitar dengan membuka akses peluang kerja.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan memberikan informasi sekaligus membuka kesempatan kerja bagi warga melalui program kemitraan dengan perusahaan.
“Selama ini pihak perusahaan mendukung kepentingan masyarakat. Banyak bantuan yang telah diberikan, seperti perbaikan jalan hingga bantuan alat berat untuk memperbaiki akses jalan di kampung,” ujar Aisyah.
Sosialisasi peluang kerja sistem tebang ikat harian yang digelar Sugar Group Companies (SGC) di Balai Kampung Jatidatar Mataram, Jumat (13/3/2026). Foto: Ist,
Ia juga menyebut perusahaan kerap memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan yang digelar masyarakat setempat.
Sementara itu, Camat Bandarmataram, Dedi, mengatakan keberadaan SGC selama ini memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah tersebut, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan.
“Kehadiran perusahaan ini memberikan peluang kerja bagi masyarakat sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan SGC, Supra, memaparkan potensi penghasilan bagi pekerja mitra penebang tebu dengan sistem tebang ikat harian.
Menurutnya, estimasi penghasilan pekerja dapat mencapai sekitar Rp121.909 per hari. Jika bekerja selama 25 hari dalam satu bulan, maka penghasilan yang diperoleh diperkirakan sekitar Rp3.047.725. Sementara jika bekerja hingga 30 hari dalam satu bulan, penghasilan dapat mencapai sekitar Rp3.657.270.
Selain potensi pendapatan tersebut, perusahaan juga menyediakan sejumlah fasilitas bagi pekerja, di antaranya pendaftaran dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja. Peralatan kerja berupa golok juga disediakan oleh perusahaan dengan sistem peminjaman kepada para pekerja.
Adapun sejumlah persyaratan bagi pelamar antara lain sehat jasmani dan rohani, berusia maksimal 45 tahun, memiliki nomor WhatsApp aktif, serta memenuhi ketentuan lain sesuai dengan posisi pekerjaan yang dilamar.
Dalam sosialisasi itu, warga juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung mengenai mekanisme pendaftaran, persyaratan administrasi, hingga sistem kerja yang akan dijalankan.
Salah satu warga, Trisno (45), mengaku kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
“Kami jadi mengetahui sistem kerja dan perkiraan pendapatan yang akan diterima setiap hari. Hitungan upahnya juga sudah setara dengan UMP Lampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya memang sudah ada warga yang bekerja sebagai penebang tebu di PT Gula Putih Mataram (GPM). Namun sistem tebang ikat harian baru berjalan sekitar satu tahun terakhir.
“Tahun lalu targetnya 40 ikat per hari dengan berat 30 kilogram per ikat. Tahun ini meningkat menjadi 45 ikat per hari, tetapi beratnya menjadi 25 kilogram per ikat,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, pihak perusahaan juga membagikan bingkisan kepada seluruh warga yang hadir berupa gula, nasi kotak untuk berbuka puasa, serta tas kepada peserta sosialisasi. (**)
Editor: Muhammad Furqon