Jokowi, Trump, Netanyahu: Trio Pembuat Gaduh

Tanggal 08 Mei 2026 - Laporan Harian Momentum - 141 Views
Muhammad Furqon - Dewan Redaksi Harian Momentum

MOMENTUM -- Ada tiga nama yang belakangan ini rasanya lebih sering muncul dibanding harga cabai: Joko Widodo alias Jokowi, Donald Trump, dan Benjamin Netanyahu. Tiga nama yang mungkin memecahkan rekor dunia: paling banyak dicari, paling banyak dibahas, sekaligus paling banyak dicaci.

Dunia memang sedang aneh. Yang lumrah justru sering dianggap tidak waras. Sebaliknya, sesuatu yang jelas-jelas ganjil dan sulit diterima akal sehat malah disanjung, dipuja, dan punya banyak pendukung.

Contohnya Israel. Perdana Menterinya, Benjamin Netanyahu, meminta warga di 11 desa dan kota di Lebanon Selatan pergi meninggalkan rumah. Alasannya, mau memburu Hizbullah. Ini logika yang kalau dipakai di kampung bisa bikin ketua RT pusing tujuh keliling. Bayangkan ada tetangga datang mengetuk pintu rumah sambil bilang, “Pak, minggir dulu ya. Saya mau ngejar orang yang katanya bikin rusuh.” Lah, yang punya rumah malah disuruh pergi. Yang mengejar justru merasa paling berhak tinggal.

Lalu ada Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Setelah Iran tidak berhasil “ditundukkan”, kini muncul cerita soal Selat Hormuz. Ini makin lucu. Selat itu milik Iran, tapi yang paling semangat mengatur justru orang Amerika yang bukan sanak atau dulurnya Iran. Mirip orang lewat depan rumah tetangga lalu bilang, “Garasinya saya ambil aja ya.” Wong waras juga bingung.

Indonesia tak mau kalah membuat kepala cenat-cenut. Bertahun-tahun negeri ini ribut soal ijazah mantan Persiden Indonesia, Joko Widodo. Asli atau tidak, ada atau tidak, fotonya mana, kertasnya bagaimana. Sampai warga saling menghujat, mencaci, dan teriak-teriak di berbagai media. Bahkan, persoalan itu beberapa kali masuk pengadilan hingga ada warga yang dipenjara. Tetap saja tak selesai. Padahal tokohnya—kurang apa lagi? Dia dua periode menjadi presiden.

Lucunya lagi, katanya ijazah akan ditunjukkan di pengadilan. Ucapan itu berulang kali disampaikan Jokowi, tetapi tak kunjung ditepati. Padahal sederhana saja: tunjukkan ijazah yang katanya asli. Kalau tak boleh dipegang orang, ya taruh saja di perempatan alun-alun dalam kotak kaca. Kalau perlu, dijaga satu dua kompi tentara dan polisi. Selesai perkara.

Kadang saya berpikir, sebenarnya apa maksud Tuhan menghadirkan tiga manusia itu dalam satu zaman?

Apakah mereka tanda dunia sedang menuju kehancuran? Atau justru Tuhan sedang bercanda, lalu manusia terlalu serius menanggapinya?

Tabik!

Muhammad Furqon - Dewan Redaksi Harian Momentum

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Jokowi, Trump, Netanyahu: Trio Pembuat Gaduh ...

MOMENTUM -- Ada tiga nama yang belakangan ini rasanya lebih serin ...


WFH: Drama Hemat Energi ...

JUMAT depan mungkin jalanan akan sedikit lengang. Bukan karena ke ...


MBG: Kurma Geprek ...

MOMENTUM -- Pada Ramadan kemarin, pemerintah tetap menyalurkan Ma ...


Di Ujung Ramadan ...

MOMENTUM -- Ramadan sudah sampai di hari-hari akhir. Tak lama lag ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com