Wamen Todotua: PTPN I Paling Siap Dukung Ketahanan Energi

Tanggal 10 Jun 2026 - Laporan Nurjanah. - 122 Views
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu meninjau lahan PTPN I Regional 7 yang akan ditanami sorgum di Kebun Rejosari, Natar, Lampung Selatan. Foto: Nurjanah.

MOMENTUM, Natar -- Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu meninjau lahan PTPN I Regional 7 yang akan ditanami sorgum di Kebun Rejosari, Natar, Lampung Selatan, Selasa (9/6/26). 

Didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Dirut PTPN I Teddy Yunirman Danas, Wamen yang juga Wakil Ketua Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menyatakan PTPN I memiliki sumberdaya yang siap untuk mendukung program presiden tentang hilirisasi ketahanan energi nasional.

"Ketahanan pangan dan ketahanan energi adalah program Bapak Presiden Prabowo yang butuh percepatan karena urgensinya sangat tinggi. Pilihannya hanya dari bio energi yang diolah dari tumbuhan. PTPN I sebagai BUMN Perkebunan memiliki resources yang paling siap untuk menjawab tuntutan kecepatan itu. Itulah kami meng-hire PTPN I dalam program ini," kata dia kepada media di lokasi peninjauan.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas dalam sambutan singkatnya menyatakan siap mendukung kebijakan pimpinan nasional. Ia mengemukakan, PTPN I memiliki banyak aset yang siap dimanfaatkan untuk berbagai program hilirisasi.

"Lahan ini berada di Afdeling 1 Kebun Rejosari yang sudah di-land clrearing seluas 20 hektare dan setahap lagi bisa kita tanam sorgum. Secara keseluruhan Kebun ini ada 4.985 hektare, terdiri dari tanaman sawit. Sebagian dapat kita tanam sorgum atau singkong untuk program hilirisasi ketahanan energi. HGU kebun ini milik PTPN I, tetapi pengelolaannya, seiring kebijakan klusterisasi komoditas di Holding Perkebunan Nusantara, diserahkan kepada PTPN IV atau Palm.Co dengan model KSO," kata Teddy.

Peninjauan lokasi juga dihadiri sejumlah pihak terkait. Antara lain Dirut PT Pertamina New and Renewable Energy John Anis, Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Nandi Julyanto, Region Head PTPN IV Regional 7 Denny Ramadhan, Region Head PTPN I Regional 7 Iyan Heryanto, dan sejumlah pejabat lain.

Prospek Lampung 10% Renewable Energy

Tentang prospek energi terbarukan yang sedang digalakkan pemerintah, Todotua Pasaribu menyatakan Lampung menjadi proyek percontohan untuk program hilirisasi dalam rangka ketahanan energi nasional. Ia juga mengutip data potensi, Lampung memiliki bahan baku energi baru dan terbarukan sangat melimpah. Antara lain, singkong, molases tebu, kelapa sawit, potensi sorgum, dan bahan baku lainnya.

“Saya waktu ke Jepang, dapat laporan bahwa produsen otomotif terbesar, yakni Toyota melakukan riset tentang bio energi selama tiga tahun di Lampung. Dan mereka berhasil mendapatkan formulasi terbaik sehingga bioetanol yang dihasilkan kompatible dengan mesin yang diciptakan. Nah, ini titik awal optimistis saya bahwa Lampung akan menjadi pioner produksi bioetanol nasional dengan produksi 240 ribu kilo liter atau setara 10% target nasional,” kata dia.

Sebelum mengunjungi lahan calon demplot sorgum di Rejosari, Wamen bersama pihak terkait juga meninjau lahan yang akan didirikan pabrik pengolahan bioetanol di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Di lokasi itu, kata dia, akan didirikan pabrik dengan kapasitas 2x60 ribu kilo liter per tahun dengan bahan baku yang dipasok dari berbagai sentra produksi.

“Tadi baru kita lihat lokasi pembangunan plant (lahan budidaya dan pabrik) bioetanol di Tegineneng berkapasitas 2x60 ribu. Saya berharap di sini (lahan PTPN I) juga didirikan satu unit lagi dengan kapasitas yang sama sehingga kita punya dua unit plant untuk menyuplai optimistis kita dengan program E-10 yang segera kita berlakukan,” kata dia.

Ditanya tentang penggunaan lahan PTPN I untuk komoditas yang berbeda kultur dengan domain PTPN, Todotua menyatakan tidak ada masalah prinsip. Ia mengatakan bisnis tanaman industri yang dikembangkan PTPN I tetap berjalan sebagaimana rencana pengembangannya, sedangkan pemanfaatan sebagian lahan untuk komoditas bahan baku bioenergi akan menyesuaikan kebutuhan.

“Core business PTPN tetap jalan seperti proyeksinya. Hilirisasi di sektor bioenergi ini hanya memanfaatkan sementara lahan yang idle. Tetapi, jika setelah berjalan hitung-hitungan komersialnya positif, tidak ada salahnya diversifikasi komoditas. Tentu, pertimbangannya bukan hanya profit, tetapi juga tentang kepentingan nasional,” tambah dia.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang mengawal Wamen dan menggelar rapat di Bandara Raden Inten II sangat antusias menyambut desain rencana Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Kementerian Pertanian sebagai menerima mandat hilirisasi bidang ketahanan energi. Iyai Mirza, sapaan akrabnya, menyatakan pihaknya mengakomodasi seluruh proposal hilirisasi Pemerintah Pusat yang berada di Lampung. Ia berharap, dalam tahun ini beberapa rencana proyek strategis nasional ini sudah berjalan dengan progres yang terukur dan berkelanjutan.

“Kami sangat siap dengan mandat Pemerintah Pusat dalam program hilirisasi sektor pangan dan energi ini. Seluruh desain rencana yang dibuat Pusat semuanya ada di Lampung. Terima kasih sekali kepada PTPN I dengan dukungan teknisnya yang sangat siap dengan semua asetnya. Ini ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” kata dia. (*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Munas XVIII HIPMI di Lampung, Pemprov Perkuat ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Presiden Prabowo Subianto secara resmi m ...


Bahlil: Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ...


Prabowo: Pengusaha Muda Harus Jadi Penggerak ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Presiden Prabowo Subianto menegaskan p ...


Holiday Inn Lampung Bukit Randu Hadirkan Prom ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Holiday Inn Lampung Bukit Randu mengha ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com