Farmasi Itera Kenalkan Puding Jelly Kencur sebagai Pangan Fungsional Bernilai Ekonomi

Tanggal 24 Jul 2026 - Laporan Harian Momentum - Rilis - 180 Views

MOMENTUM, Tanjungbintang--Program Studi Farmasi Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkenalkan inovasi olahan kencur (Kaempferia galanga L.menjadi puding jelly madu sebagai pangan fungsional kepada masyarakat Desa Sabahbalau, Kecamatan Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan Himpunan Mahasiswa Farmasi ASCLEGIEIA Itera ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap kencur yang selama ini lebih dikenal sebagai bumbu dapur dan bahan jamu tradisional.

Melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan puding jelly kencur madu, masyarakat diajak memanfaatkan tanaman herbal lokal menjadi produk pangan yang lebih modern, praktis, dan memiliki nilai tambah.

Peserta yang terdiri dari ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa Sabahbalau mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain menerima materi, mereka juga terlibat langsung dalam proses pembuatan hingga mencicipi hasil olahan puding jelly.

Baca Juga: IIB Darmajaya Buka Program Doktor Informatika, Pertama di Lampung

Dosen Program Studi Farmasi Itera, Annisa Nofriani, menjelaskan kencur mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti minyak atsiri, flavonoid, senyawa fenolik, terpenoid, dan etil p-metoksisinamat yang berpotensi sebagai antioksidan serta memiliki aktivitas antiinflamasi.

Menurutnya, kandungan tersebut menjadikan kencur berpotensi dikembangkan menjadi pangan fungsional yang lebih mudah diterima masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa tanaman herbal lokal tidak harus selalu disajikan dalam bentuk jamu. Dengan inovasi sederhana, kencur dapat diolah menjadi pangan yang lebih menarik, mudah diterima berbagai kelompok usia, serta berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat," ujar Annisa.

Setelah penyuluhan, tim memperagakan tahapan pembuatan puding jelly kencur madu, mulai dari pengolahan sari kencur, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan. Peserta juga berdiskusi mengenai teknik pengolahan, variasi rasa, dan peluang pemasaran produk.

Ketua Himpunan Mahasiswa Farmasi ASCLEGIEIA Itera, Regan Ghaliyah Bagus Wicaksono, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi sarana mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat.

"Kami tidak hanya belajar menyampaikan ilmu, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat. Antusiasme ibu-ibu PKK menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis tanaman herbal memiliki peluang untuk terus dikembangkan, bahkan menjadi produk unggulan bernilai ekonomi," katanya.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Program Studi Farmasi Itera, Himpunan Mahasiswa Farmasi ASCLEGIEIA Itera, Pemerintah Desa Sabahbalau, Tim Penggerak PKK Desa Sabahbalau, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Itera.

Melalui program ini, Itera berharap masyarakat semakin mengenal potensi tanaman herbal lokal sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


IIB Darmajaya Buka Program Doktor Informatika ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Da ...


Farmasi Itera Kenalkan Puding Jelly Kencur se ...

MOMENTUM, Tanjungbintang--Program Studi Farmasi Institut Teknolog ...


8 Siswa Diduga Keracunan, SPPG Sinar Betung T ...

MOMENTUM, Talangpadang--Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Si ...


Disdikbud Tubaba Gaungkan Semangat Hari Anak ...

MOMENTUM, Panaragan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbu ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com