Pemkab Tubaba Dorong Uluan Nughik Jadi Pusat Ekonomi Kreatif dan Wisata Budaya

Tanggal 28 Jul 2026 - Laporan Solihin. - 129 Views
Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba Iwan Mursalin. Foto: Ist.

MOMENTUM, Panaragan -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) bergerak cepat menghidupkan kawasan wisata Uluan Nughik melalui penguatan ekonomi kreatif, UMKM, dan pelestarian budaya lokal.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Lanjutan Persiapan Etnografi Komplek Uluan Nughik yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba Iwan Mursalin di Ruang Rapat Sekda, Senin (27/7/2026).

Rapat yang dihadiri Asisten II, Asisten III, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait itu membahas strategi menjadikan Komplek Uluan Nughik sebagai pusat aktivitas ekonomi, edukasi, dan destinasi wisata terpadu di Kabupaten Tubaba.

Sekda Iwan Mursalin mengatakan, pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk menciptakan ruang publik yang hidup dan berkelanjutan dengan menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa menambah beban anggaran daerah.

Menurut dia, setiap OPD memiliki peran dalam mengoptimalkan fungsi kawasan tersebut agar menjadi ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal.

"Kawasan Uluan Nughik ini kita dorong menjadi wadah tumbuh kembangnya aktivitas ekonomi masyarakat. Ada transaksi, ada karya seni yang ditampilkan, ada UMKM yang berjualan. Kita buat kawasan ini terus hidup dan menjadi kebanggaan Tubaba," ujar Iwan.

Salah satu konsep yang disiapkan Pemkab Tubaba yakni pengelolaan terpadu seperti sistem supermarket. Pemerintah daerah menyediakan sarana dan manajemen pengelolaan, sedangkan pelaku UMKM dan seniman lokal menjadi pemasok produk unggulan.

Melalui sistem konsinyasi atau titip jual dengan kasir terpusat, pelaku UMKM dapat memasarkan berbagai produk, mulai dari kuliner, batik, kerajinan tangan, hingga produk lokal lainnya tanpa harus menanggung biaya operasional tambahan.

Sebagai langkah awal, Pemkab Tubaba juga akan mendorong keterlibatan instansi pemerintah untuk menggunakan produk UMKM lokal, seperti kebutuhan seragam batik dan perlengkapan kerja dinas.

Selain menjadi pusat pemasaran produk lokal, Uluan Nughik juga diproyeksikan sebagai ruang edukasi kebudayaan. Setiap akhir pekan, kawasan tersebut akan diisi berbagai kegiatan seperti peragaan pembuatan karya seni, membatik, kerajinan tangan, pertunjukan sanggar seni, serta aktivitas edukatif bagi pelajar.

Pemkab Tubaba juga menyiapkan pendataan aset etnografi dan rekam sejarah transmigrasi di daerah tersebut sebagai bagian dari pengembangan wisata berbasis sejarah dan pengetahuan.

Dalam aspek promosi, Pemkab Tubaba akan memanfaatkan pendekatan digital dengan melibatkan pengunjung untuk ikut mengenalkan aktivitas dan potensi Uluan Nughik melalui media sosial.

Sementara itu, pengelolaan fasilitas kawasan akan dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan aset pemerintah daerah maupun ruang kreatif hasil kolaborasi bersama pihak swasta, seperti sekolah seni dan pabrik keramik.

Pengembangan kawasan Uluan Nughik diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, sekaligus memperkuat identitas Tubaba sebagai daerah dengan kekuatan budaya dan pariwisata.

Usai rapat, Sekda Iwan Mursalin menginstruksikan Asisten II bersama jajaran OPD terkait untuk meninjau langsung kawasan Uluan Nughik guna memetakan kebutuhan pembenahan teknis di lapangan.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Bapenda Lampung Tengah Sosialisasikan Program ...

MOMENTUM, Gunungsugih--Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupate ...


Sederhanakan Istilah Ekonomi, BI dan Bisnis I ...

MOMENTUM, Jakarta--Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Prov ...


Pemkab Tubaba Dorong Uluan Nughik Jadi Pusat ...

MOMENTUM, Panaragan -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (T ...


Telkomsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat ...

MOMENTUM, Jakarta -- Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com