Sederhanakan Istilah Ekonomi, BI dan Bisnis Indonesia Perkuat Kompetensi Wartawan

Tanggal 28 Jul 2026 - Laporan Wawan - 98 Views
Foto bersama peserta peningkatan kompetensi wartawan dalam penulisan berita ekonomi di kantor Redaksi Bisnis Indonesia.

MOMENTUM, Jakarta--Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung bersama media Bisnis Indonesia menggelar pendalaman materi dan pelatihan jurnalistik ekonomi bagi puluhan awak media se-Lampung. Kegiatan ini bertujuan memastikan pemberitaan ekonomi, moneter, dan keuangan tidak hanya akurat, namun juga tepat perspektif serta mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Deputi Direktur KPw BI Provinsi Lampung, Achmad P. Subarkah menegaskan, peran media sangat strategis dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada publik. Isu-isu ekonomi, kebijakan moneter, hingga makroprudensial sifatnya sangat sensitif—kesalahan penyampaian atau cara pandang yang tidak utuh bisa memicu persepsi keliru, kepanikan, bahkan ketidakstabilan di masyarakat.

“Kita tidak boleh sekadar menyampaikan angka atau istilah teknis yang rumit. Tugas bersama kita adalah menerjemahkan bahasa ekonomi menjadi pesan yang sederhana, nyata, dan terasa dampaknya—seperti apa arti inflasi bagi pedagang, rumah tangga, atau pengusaha kecil,” ujar Achmad P. Subarkah saat membuka kegiatan tersebut, Senin (27-7-2026).

Ia menjelaskan, akurasi data harus diimbangi dengan perspektif yang utuh. Sebagai contoh, pertumbuhan ekonomi persentase yang lebih tinggi belum tentu berarti nilainya lebih besar jika tidak melihat dasar perhitungannya. Cara pandang yang utuh akan melahirkan berita yang tidak menyesatkan dan mencerdaskan masyarakat.

Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group, Arif Budisusilo memaparkan pengalaman media selama puluhan tahun menyajikan berita ekonomi: mengubah hal yang rumit, teknis, dan sulit dipahami menjadi informasi yang ringan dibaca namun tetap berbobot dan tidak mengurangi akurasi fakta.

“Bisnis Indonesia sudah puluhan tahun berprinsip: apa yang rumit harus bisa disederhanakan, bukan disederhanakan maknanya. Begitu juga teman-teman jurnalis di daerah, harus bisa menjelaskan konsep ekonomi dengan bahasa keseharian,” ujar dia.

Kegiatan ini juga membahas kedudukan independensi Bank Indonesia yang dilindungi undang-undang—termasuk Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK)—serta dinamika isu strategis yang sering menjadi sorotan publik. Harapannya, sinergi antara Bank Indonesia dan media terus terjalin kuat, menjadikan ruang informasi di Lampung sehat, berimbang, dan membangun kesadaran ekonomi masyarakat yang lebih baik.(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


Bapenda Lampung Tengah Sosialisasikan Program ...

MOMENTUM, Gunungsugih--Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupate ...


Sederhanakan Istilah Ekonomi, BI dan Bisnis I ...

MOMENTUM, Jakarta--Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Prov ...


Pemkab Tubaba Dorong Uluan Nughik Jadi Pusat ...

MOMENTUM, Panaragan -- Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (T ...


Telkomsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat ...

MOMENTUM, Jakarta -- Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com