MOMENTUM, Bandarlampung--Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 menjadi momentum memperkuat budaya membaca sekaligus mendorong transformasi perpustakaan menjadi ruang edukasi dan rekreasi bagi keluarga.
Festival bertema "Semangat Literasi Membangun Rakyat Lampung Maju" itu dibuka Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi serta pengukuhan Bunda Literasi kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Jihan mengatakan pembangunan literasi tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat.
Baca Juga: Tubaba Tampilkan Naskah Kuno hingga Produk UMKM di Festival Literasi Lampung
"Modal utama membangun Lampung adalah kolaborasi dan sinergi. Festival ini menjadi ruang belajar, berbagi inspirasi, sekaligus menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat," ujarnya.
Jihan yang juga Duta Baca Provinsi Lampung mengakui Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional. Namun, menurutnya, kedua indikator tersebut terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Ia juga mengingatkan tantangan literasi di era digital, terutama maraknya konsumsi konten berdurasi pendek yang memengaruhi kemampuan fokus anak.
"Anak-anak memiliki akses teknologi yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana mengendalikan informasi yang diterima, membedakan fakta dan hoaks, serta membatasi screen time anak di bawah umur," katanya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga meluncurkan buku "Kisah dari Tanah Lado", yang berisi 15 cerita rakyat Lampung sebagai upaya melestarikan budaya dan memperkuat identitas daerah bagi generasi muda.
Jihan turut meminta seluruh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota membenahi administrasi penilaian IPLM dan TGM agar capaian literasi daerah dapat terukur secara lebih akurat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung yang juga Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan Festival Literasi tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga bagian dari transformasi perpustakaan sebagai ruang publik yang edukatif dan rekreatif.
"Kami ingin perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat meminjam buku, tetapi berkembang menjadi destinasi rekreasi dan edukasi keluarga yang menarik bagi masyarakat Lampung," ujarnya.
Festival Literasi Lampung 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya peluncuran buku, edukasi keuangan, bazar dan pameran, lomba literasi, kelas pelatihan, hingga kegiatan sosial.
Purnama Wulan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival. Menurutnya, penguatan budaya literasi hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com