MOMENTUM, Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah Lampung mengambil peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Wisuda ke-15 IAI Darul Fattah Lampung di Bandarlampung, Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 191 mahasiswa program sarjana (S-1) mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Mirza mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi.
"Keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja keras, doa orang tua, bimbingan para dosen, serta pertolongan Allah SWT," ujarnya.
Mirza mengatakan dunia saat ini berubah sangat cepat seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan struktur dunia kerja, hingga tantangan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut lahirnya SDM yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan keagamaan.
"Kalau daerah ingin maju, maka yang harus dibangun terlebih dahulu adalah kualitas sumber daya manusianya. Ketika SDM baik, peradaban juga akan baik," katanya.
Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju melalui visi Indonesia Emas 2045. Selain didukung kekayaan sumber daya alam, Indonesia juga akan menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar.
Karena itu, pembangunan karakter melalui pendidikan berbasis nilai agama menjadi fondasi penting untuk menghasilkan generasi yang mampu bersaing di tengah perubahan global.
"Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, budaya, dan peradaban bangsa. Penguatan agama menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas," ujarnya.
Mirza mengapresiasi kontribusi IAI Darul Fattah Lampung dalam mencetak generasi muda berlandaskan nilai-nilai Islam. Ia berharap para lulusan mampu berkiprah di berbagai bidang profesi, baik sebagai pendidik, ulama, aparatur sipil negara, pengusaha, maupun profesi lainnya dengan tetap menjadikan nilai agama sebagai pedoman.
"Kalian mungkin akan menempuh profesi yang berbeda-beda, tetapi kalian sudah memiliki pondasi yang kuat, yaitu agama. Jadikan setiap pekerjaan, jabatan, dan aktivitas sebagai ladang amal serta mengajak masyarakat kepada kebaikan," pesannya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus mendukung pengembangan pendidikan berbasis nilai keagamaan agar menjangkau lebih banyak generasi muda.
Sementara itu, Rektor IAI Darul Fattah Lampung Ahmad Hadi Setiawan mengatakan pada wisuda tahun akademik 2026, kampus meluluskan 191 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah yang berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, dan Pendidikan Agama Islam.
Menurutnya, sekitar 85 persen lulusan tahun ini telah terserap di dunia kerja. Capaian tersebut didukung oleh Career Center kampus yang mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja sejak menjelang kelulusan.
"Mahasiswa telah dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja sejak akhir masa studi sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik dibandingkan lulusan perguruan tinggi pada umumnya," jelasnya.
Hadi berpesan kepada para wisudawan agar menjadikan wisuda sebagai awal pengabdian kepada masyarakat, menjaga sanad keilmuan, mempererat hubungan dengan almamater, serta terus mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com