MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak El Nino yang diperkirakan berpengaruh pada produksi pangan di sejumlah daerah, meski inflasi Lampung tercatat sebagai yang terendah di Pulau Sumatera.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2026, Lampung membukukan inflasi bulanan (month to month) sebesar -0,49 persen dan inflasi tahunan (year on year) 1,76 persen, terendah di Sumatera.
Meski demikian, Pemprov Lampung tetap mengantisipasi potensi gangguan pasokan pangan akibat El Nino yang diperkirakan berdampak pada Kabupaten Mesuji, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Tulang Bawang.
Selain ancaman cuaca, Lampung juga masih mengalami defisit produksi sejumlah komoditas hortikultura, yakni bawang merah sebesar 2.780 ton, cabai rawit 3.266 ton, dan cabai besar 1.690 ton.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, Bulog, dan pemangku kepentingan lainnya terus memperkuat pasokan serta kelancaran distribusi pangan.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri secara daring pada Selasa (4/8/2026), disampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lampung pada pekan kelima Juli 2026 turun 1,64 persen.
Penurunan tersebut dipengaruhi melandainya harga sejumlah komoditas strategis, terutama cabai rawit, bawang merah, dan cabai merah.
Sementara itu, realisasi penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Lampung hingga 4 Agustus 2026 telah mencapai 12.175.975 kilogram atau 67,93 persen dari target. Distribusi Minyakita juga telah mencapai 6.710.880 liter.
Keberhasilan pengendalian inflasi juga ditopang kinerja pemerintah daerah. Kabupaten Lampung Timur mencatat inflasi bulanan terendah di Sumatera sebesar -1,06 persen dengan inflasi tahunan 1,45 persen. Sementara Kota Bandarlampung menjadi daerah dengan inflasi tahunan terendah kedua di Sumatera, yakni 1,74 persen.
Pemprov Lampung menyatakan akan terus memperkuat pengamanan pasokan, kelancaran distribusi, pemantauan harga, serta peningkatan produksi pangan agar stabilitas harga tetap terjaga di tengah potensi dampak El Nino dan tantangan produksi komoditas hortikultura.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com