Tumbuh 5,29 Persen, Ekonomi Lampung Tetap Tangguh di Pertengahan 2026

Tanggal 06 Agu 2026 - Laporan Wawan/rls - 110 Views
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi semester II 2026 di Provinsi Lampung.

MOMENTUM, Bandarlampung--Perekonomian Provinsi Lampung tetap mencatatkan kinerja positif pada Triwulan II 2026, tumbuh sebesar 5,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Angka ini menempatkan Lampung sejajar dengan pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera yang tercatat 5,06 persen.

Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menyampaikan, meski sedikit melambat dibandingkan Triwulan I 2026 yang tumbuh 5,58 persen, kinerja ekonomi Lampung tetap terjaga dengan baik. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku mencapai Rp147,91 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan tercatat Rp80,07 triliun.

“Kinerja ekonomi Lampung tetap solid dan ditopang oleh penguatan sektor industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,” ujar Bimo Epyanto, Kepala Perwakilan BI Lampung.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 6,99 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 7,98 persen, serta sektor konstruksi yang tumbuh 6,57 persen.

Peningkatan industri pengolahan didorong oleh mulai bergulirnya musim tebang dan giling tebu, panen raya jagung, serta meningkatnya pengolahan singkong — komoditas yang menjadikan Lampung penyumbang sekitar 70 persen produksi nasional. Sektor perdagangan menguat seiring meningkatnya aktivitas perdagangan luar negeri dan konsumsi masyarakat, sementara konstruksi didukung percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah maupun swasta.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan kenaikan 4,86 persen (yoy), didorong meningkatnya belanja masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional Iduladha. Ekspor juga tumbuh 4,12 persen, didukung peningkatan ekspor hasil penggilingan dan bahan bakar mineral. Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak 12,80 persen seiring realisasi berbagai program pembangunan, meskipun investasi masih tumbuh namun melambat akibat penurunan investasi nonbangunan.

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang 2026 berada pada kisaran 5,0–5,6 persen. Optimisme ini didukung kuatnya permintaan domestik, berlanjutnya program peningkatan produktivitas pertanian, penguatan hilirisasi industri, serta percepatan pembangunan infrastruktur dan perdagangan.

Meski demikian, sejumlah risiko tetap perlu diantisipasi: ketidakpastian ekonomi global, gangguan cuaca, serta fluktuasi harga pangan dan komoditas. 

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BI bersama pemerintah daerah memperkuat sinergi melalui tiga strategi utama:

1. Meningkatkan produktivitas pertanian dan stabilisasi harga pangan

2. Memperkuat hilirisasi komoditas unggulan dan investasi

3. Mempercepat digitalisasi ekonomi serta transaksi non-tunai demi efisiensi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


Aspeknas Lampung Minta OPD Selektif Tetapkan ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Ketua Umum Asosiasi Pelaksana Konstruksi ...


PTPN I Perkuat Branding Produk Hilir ...

MOMENTUM, Jakarta -- Regulasi yang membuka peluang bagi badan usa ...


Tumbuh 5,29 Persen, Ekonomi Lampung Tetap Tan ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Perekonomian Provinsi Lampung tetap menc ...


Beli Kuota Bisa Liburan, by.U Kembali Hadirka ...

MOMENTUM, Jakarta --by.U kembali menghadirkan program kUotamasya ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com