Pasien Hemodialisa Butuh Pendampingan, Bukan Sekadar Prosedur Cuci Darah

Tanggal 29 Agu 2026 - Laporan Agus Setiawan - 251 Views

MOMENTUM, Bandarjaya -- Proses hemodialisa atau cuci darah tidak hanya membutuhkan perangkat medis, tetapi juga pemantauan dan pendampingan tenaga kesehatan selama tindakan berlangsung. Peran perawat menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi pasien tetap terpantau selama menjalani terapi.

Hal tersebut disampaikan sejumlah perawat Hemodialisa RS Mitra Mulia Husada Bandarjaya Lampung Tengah saat menjelaskan pelayanan terhadap pasien yang menjalani terapi hemodialisa.

Perawat Hemodialisa RS Mitra Mulia Husada, Ns. Yogi Ardinata, mengatakan pelayanan keperawatan dalam hemodialisa tidak terbatas pada tindakan medis.

Menurutnya, pasien juga membutuhkan pendampingan selama menjalani prosedur agar merasa aman dan nyaman.

"Pelayanan hemodialisa tidak hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga bagaimana pasien merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pendampingan selama menjalani perawatan," ujar Yogi.

Perawat HD Tri Wahyu Ningsih mengatakan profesionalitas tenaga keperawatan menjadi salah satu unsur dalam memberikan perawatan kepada pasien hemodialisa.

"Perawatan memang penting, tapi yang membuatnya optimal adalah sentuhan profesional dan hati tulus para perawat," katanya.

Sementara itu, Perawat HD Muhammad Akbar mengatakan tenaga keperawatan juga berperan memberikan dukungan kepada pasien selama proses hemodialisa berlangsung.

"Hemodialisa bukan hanya sekadar mesin. Kami hadir memberikan dukungan dan kenyamanan untuk pasien," ujarnya.

Kepala Ruang Hemodialisa RS Mitra Mulia Husada, Ali Nurohman, mengatakan asuhan keperawatan diberikan dengan menyesuaikan kebutuhan setiap pasien.

"Kami memberikan asuhan keperawatan hemodialisis sesuai kebutuhan pasien masing-masing," tuturnya.

Hemodialisa merupakan terapi untuk membantu menggantikan sebagian fungsi ginjal pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat. Prosedur tersebut dilakukan menggunakan mesin untuk menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah.

Selama proses berlangsung, kondisi pasien perlu dipantau oleh tenaga kesehatan. Pemantauan tersebut mencakup kondisi umum pasien serta respons terhadap tindakan yang dilakukan.

Karena itu, selain aspek teknis, komunikasi dan pendampingan menjadi bagian dari proses pelayanan kepada pasien yang menjalani hemodialisa.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


RS Mitra Mulia Husada Tawarkan Tarif Hemodial ...

MOMENTUM, Bandarjaya– Rumah Sakit Mitra Mulia Husada Bandarjaya ...


68.919 Kasus ISPA, Lampung Dapat Bantuan 10 O ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Sebanyak 68.919 kasus infeksi saluran pe ...


Dinkes Tanggamus Catat 326 Kasus ISPA Akibat ...

MOMENTUM, Tanggamus -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus mencat ...


Dinkes Lampung Ajukan 37 Item Obat, Antisipas ...

MOMENTUM, Bandarlampung—Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampu ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com