Ratusan Santri di Sidoharjo yang Diduga Keracunan MBG di Tak Ada yang Meninggal

Tanggal 02 Sep 2026 - Laporan Harian Momentum - 145 Views
Ilustrasi. Ist.

MOMENTUM, Sidoarjo - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan seluruh korban dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo mendapat penanganan medis. Ia juga memastikan tidak ada korban yang meninggal dunia.

Hal itu disampaikan Emil saat meninjau penanganan korban dugaan keracunan yang menu MBG-nya disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.

"Tadi kita lihat ada veldbed yang sudah mulai dilipat karena sudah dipulangkan. Tapi rumah sakit tetap siaga. Bahkan tenaga-tenaga medis yang on call dipanggil semua, sehingga ini bisa tertangani," kata Emil.

Emil juga membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

"Tidak ada meninggal seperti kabar yang beredar," ujarnya.

Jumlah korban dugaan keracunan tersebut kini mencapai 566 orang. Korban tidak hanya berasal dari santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, tetapi juga siswa dari 19 sekolah lainnya yang menerima makanan dari SPPG Kalitengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan sebanyak 88 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara sekitar 470 korban lainnya telah dipulangkan atau menjalani rawat jalan karena kondisi mereka mulai stabil.

"Secara umum, kondisi korban yang menjalani rawat inap stabil," ujar Lakhsmie.

Sebelumnya, para korban mengalami sejumlah keluhan, seperti sakit perut, mual, dan muntah beberapa jam setelah menyantap makanan MBG pada Senin (1/9/2026).

Makanan tersebut berasal dari SPPG Kalitengah, bukan dari dapur Pondok Pesantren Manba'ul Hikam. Operasional SPPG tersebut kemudian dihentikan sementara.

Kasus tersebut sempat ramai di media sosial setelah beredar informasi yang menyebut 600 santri terdampak dan 12 orang meninggal dunia. Informasi mengenai adanya korban meninggal kemudian dipastikan tidak benar oleh pihak pesantren dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam pemeriksaan. Pemerintah daerah juga akan mengecek SPPG Kalitengah, termasuk aspek kesehatan dan perizinannya.

Bupati Sidoarjo Subandi sebelumnya mengatakan pemeriksaan akan melibatkan sejumlah dinas terkait. Ia bahkan menyatakan SPPG dapat ditutup apabila ditemukan persoalan dalam perizinannya.

Kasus tersebut kembali menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut keamanan pangan dan pengawasan terhadap penyedia makanan.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Rektor IIB Darmajaya: IPK Bukan Satu-satunya ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Mahasiswa baru Institut Informatika d ...


BGN Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Sidoa ...

MOMENTUM, Sidoarjo — Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan invest ...


Ratusan Santri di Sidoharjo yang Diduga Kerac ...

MOMENTUM, Sidoarjo - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Da ...


Festival Kreasi GTK Lampung Dorong Inovasi Pe ...

MOMENTUM, Balikbukit — Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependid ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com