8 Bandara Ditutup akibat Erupsi Anak Krakatau, Bandara Alternatif Buka 24 Jam

Tanggal 07 Sep 2026 - Laporan Harian Momentum. - 256 Views
Bandara Soekarno Hatta. Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta — Pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang beroperasi selama 24 jam untuk menjaga mobilitas masyarakat setelah delapan bandara ditutup akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bandara alternatif tersebut dapat dimanfaatkan maskapai untuk mengalihkan penerbangan selama kondisi di bandara terdampak belum memungkinkan untuk operasional penerbangan.

"Untuk memberikan alternatif kepada airlines apabila ingin menggunakan, kita sudah membuka bandara alternatif," kata Dudy di Jakarta, Minggu.

Lima bandara yang disiapkan untuk mendukung pengalihan penerbangan tersebut yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Bandara Adi Soemarmo di Solo.

Kelima bandara tersebut disiapkan untuk melayani penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan operasional masing-masing maskapai.

Sementara itu, delapan bandara yang terdampak abu vulkanik dan ditutup sementara adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Penutupan delapan bandara tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Minggu pukul 23.59 WIB.

Pemerintah menyerahkan keputusan pengalihan penerbangan kepada masing-masing maskapai. Pertimbangannya mencakup kebutuhan operasional, jadwal penerbangan, kesiapan armada, serta kemampuan pelayanan terhadap penumpang.

Untuk mengantisipasi kesulitan penumpang yang harus berpindah bandara, Kementerian Perhubungan bersama InJourney Airports juga menyiapkan transportasi darat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju sejumlah bandara alternatif.

Layanan tersebut berupa kereta api dan bus yang disediakan secara gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan ke Kertajati, Juanda, Solo, Semarang, maupun Yogyakarta.

Dudy memastikan penumpang tidak dikenakan biaya untuk menggunakan transportasi menuju bandara pengganti.

"Ini bagian dari pelayanan kepada penumpang selama operasional penerbangan terdampak penyebaran abu vulkanik," ujarnya.

Koordinasi pengalihan penerbangan dilakukan antara InJourney Airports dan maskapai. Penumpang akan memperoleh informasi mengenai lokasi keberangkatan baru serta pilihan transportasi yang disediakan.

Informasi terkait perubahan jadwal dan lokasi penerbangan juga akan disampaikan langsung oleh maskapai kepada penumpang.

Dudy menegaskan masyarakat tetap memiliki pilihan. Penumpang dapat melanjutkan perjalanan melalui bandara alternatif atau membatalkan penerbangan sesuai kebutuhan.

"Tergantung kepada masyarakat apakah masih ingin melakukan perjalanan dengan memindah perjalanannya ke bandara-bandara alternatif tersebut atau mereka membatalkan perjalanannya," kata Dudy.

Pemerintah berharap skema tersebut dapat menjaga mobilitas masyarakat, khususnya mereka yang memiliki kepentingan mendesak menuju maupun dari Jakarta, tanpa mengabaikan faktor keselamatan penerbangan.

Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan juga terus dilakukan untuk memastikan pengalihan penerbangan dan layanan transportasi pendukung berjalan lancar selama penutupan bandara akibat abu vulkanik Anak Krakatau.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Erupsi Anak Krakatau, Bandara Radin Inten II ...

MOMENTUM, Bandarlampung--PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Air ...


PTPN I Dampingi Gapoktan Produksi Gula Semut ...

MOMENTUM, Lampung Selatan--Ribuan pohon kelapa di Desa Bulok mela ...


Dampak Abu Krakatau: Bandara Radin Inten II T ...

MOMENTUM, Bandar Lampung--General Manager Bandara Internasional R ...


8 Bandara Ditutup akibat Erupsi Anak Krakatau ...

MOMENTUM, Jakarta — Pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alte ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com