Atasi Konflik Gajah, Komite Gabungan Bangun Infrastruktur Mitigasi di TNWK

Tanggal 20 Sep 2026 - Laporan Wawan/rls - 206 Views
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta delegasi Kedubes Norwegia saat meninjau Pusat Konservasi Gajah (PKG) TNWK, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (20-9-2026).

MOMENTUM, Sukadana--Mengatasi interaksi negatif antara manusia dan satwa liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Komite Gabungan resmi mengoperasikan pembangunan infrastruktur mitigasi dan penanganan konflik Gajah Sumatra.

Pelaksanaan teknis di lapangan dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Sriyanto.

Langkah strategis ini disampaikan di hadapan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta delegasi Kedubes Norwegia saat meninjau Pusat Konservasi Gajah (PKG) TNWK, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (20-9-2026).

Brigjen TNI Sriyanto menegaskan bahwa seluruh pembatas fisik dibangun berdasarkan standar teknis dan spesifikasi konstruksi yang ketat. Pembatas dirancang setinggi minimal 2 meter di atas permukaan banjir dengan kemiringan 60 derajat, serta diperkuat beton bertulang yang sanggup menahan beban gajah hingga 5 ton.

Untuk mengamankan kawasan TNWK seluas 125.000 hektare tersebut, Komite Gabungan merampungkan pembangunan pagar pipa baja sepanjang 19,6 kilometer, kanal dan tanggul beton sepanjang 23,3 kilometer, serta tanggul biasa sepanjang 76,5 kilometer. Pengamanan turut diperkuat dengan pemasangan pagar *H-Beam* dan pagar sekat khusus gajah jantan maupun betina berlistrik.

Selain pembatas fisik, proyek mitigasi ini dilengkapi dengan jaringan pos pantau, menara pandang setinggi 43 meter, skywalk, serta canopy trail. Operasional pemantauan diperkuat armada taktis berupa belasan unit drone, kapal patroli, sepeda motor trail, hingga kendaraan double cabin 4x4.

Mobilisasi masif ini melibatkan sebanyak 3.091 personel gabungan. Unsur penanganan terdiri atas jajaran Kodam XXI/RI, Kementerian Kehutanan, Polda Lampung, Balai TNWK, akademisi dari Unila, Itera, dan Polinela, hingga ribuan elemen masyarakat lokal.

Direktur Jenderal KSDAE Kemenhut, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa penanganan konflik ini berfokus pada dua sasaran utama, yaitu peningkatan kualitas hidup gajah dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TNWK.

Pemerintah membatasi pergerakan populasi gajah yang diperkirakan berjumlah 150–170 ekor agar tidak masuk ke pemukiman warga. Sebagai kompensasi, gajah di dalam kawasan dibebaskan dari rantai secara bertahap, dijamin ketersediaan pakan serta air bersihnya, dan masyarakat sekitar diberdayakan melalui sektor ekowisata.

Guna menunjang kesejahteraan satwa di dalam habitatnya, tim di lapangan juga membangun puluhan unit shelter, bak air minum gajah, penanaman 20.000 bibit serai merah, serta penangkaran 900 koloni lebah.

Ke depan, Komite Gabungan telah merancang pengembangan program Dapur Gajah, pembangunan PKG Command Center, konversi rumah peneliti menjadi klinik gajah, serta penambahan akses jembatan pendukung di desa penyangga.(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


Lampung Dorong Keseimbangan Konservasi Gajah ...

MOMENTUM, Wayjepara -- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal me ...


Atasi Konflik Gajah, Komite Gabungan Bangun I ...

MOMENTUM, Sukadana--Mengatasi interaksi negatif antara manusia da ...


Ustaz Das’ad Latif Pengajian Akbar di Lamp ...

MOMENTUM, Balikbukit--Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengunda ...


Gubernur Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Pe ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com