MOMENTUM, Bandarlampung--Dua penghuni kos ditemukan meninggal dunia di Kota Bandarlampung pada Kamis (24/9/2026). Mereka adalah Tanti Riskania (26) dan Rifki Antono (49).
Tanti Riskania (26) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Jaya RT 9, Kelurahan Wayhalim Permai, Kecamatan Wayhalim, sekitar pukul 12.00 WIB.
Perempuan asal Buleleng, Bali, tersebut ditemukan dalam posisi terlentang di atas kasur. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah kaku.
Kapolsek Sukarame Kompol Hendry D Pandiangan mengatakan, Tanti ditemukan setelah pihak keluarga menghubungi pemilik kos karena tidak dapat menghubungi korban.
Pemilik kos, Okario Herosdwinson Herman, kemudian mengecek kamar korban. Saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam.
Pemilik kos bersama penghuni lainnya sempat memanggil dan mengetuk pintu, tetapi tidak mendapat respons.
"Sekitar pukul 11.47 WIB, pihak keluarga memperkenankan untuk membuka paksa pintu kos korban," kata Hendry.
Pemilik kos bersama saksi kemudian membuka paksa jendela kamar untuk masuk dan membuka pintu dari dalam. Setelah pintu terbuka, Tanti ditemukan sudah terbaring di atas kasur dalam kondisi tidak bernyawa.
Sementara Rifki Antono (49) ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Jalan Raden Pemuka, Gang Terang, Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Wayhalim, sekitar pukul 21.00 WIB.
Rifki merupakan warga Jalan Raden Fatah, Gang H. Maenin, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.
Penemuan korban berawal dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap dari sekitar rumah kos. Berdasarkan keterangan saksi, bau tersebut mulai tercium sejak Senin malam.
Kapolsek Sukarame Kompol Hendry D Pandiangan membenarkan penemuan jenazah tersebut. Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
"Benar, petugas telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut," kata Hendry.
Menurut keterangan keluarga, Rifki mengalami sakit komplikasi selama sekitar dua bulan. Ia tinggal di kos tersebut agar lebih dekat dengan rumah sakit.
Tim Inafis Polresta Bandarlampung kemudian mengevakuasi jenazah Rifki ke RSUD Abdul Moeloek sekitar pukul 23.20 WIB untuk penanganan lebih lanjut.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com