Anggota DPRD Minta Dinkes dan IDI Investigasi Polemik Pasien Meninggal di RS Maria Regina

Tanggal 05 Okt 2026 - Laporan Hamsah. - 376 Views
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lampung Utara M. Agung Imam Santosa. Foto: Hamsah.

MOMENTUM, Kotabumi--Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lampung Utara M. Agung Imam Santosa meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Utara melakukan investigasi terkait polemik meninggalnya pasien di UGD Rumah Sakit (RS) Maria Regina Kotabumi.

Agung meminta hasil investigasi disampaikan secara terbuka kepada publik agar persoalan yang berkembang di masyarakat dapat diketahui secara jelas.

Pernyataan tersebut disampaikan Agung melalui pesan WhatsApp kepada awak media, Senin (5/10/2026).

"Atas nama pribadi dan Komisi IV DPRD Lampung Utara, saya mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT," kata Agung.

Selain menyampaikan belasungkawa, Agung meminta Dinkes dan IDI Lampung Utara segera memeriksa persoalan yang berkembang terkait pelayanan terhadap pasien tersebut.

"Saya meminta kepada Dinas Kesehatan dan IDI Lampung Utara segera melakukan investigasi terhadap persoalan dimaksud dan memberikan penjelasan seterang-terangnya kepada publik mengenai hasil investigasi tersebut," tegasnya.

Agung juga menyatakan Komisi IV DPRD Lampung Utara akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara kelembagaan dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.

"Komisi IV akan menindaklanjuti masalah ini dengan mengundang pihak-pihak terkait yang mengetahui dan terlibat dalam polemik di rumah sakit dimaksud," ujarnya.

Polemik tersebut mencuat setelah pasien bernama Suparno alias Paino meninggal dunia di UGD RS Maria Regina Kotabumi pada Senin (28/9/2026).

Berdasarkan keterangan istri korban, Sulyati, dan anaknya, Sri Kukuh Budi Septiadi, korban datang ke UGD sekitar pukul 12.40 WIB dalam kondisi masih sadar dan dapat berjalan sendiri tanpa menggunakan kursi roda.

Keluarga menyebut korban kemudian mendapat obat dari pihak rumah sakit dan meninggal dunia sekitar pukul 13.09 WIB, atau sekitar 29 menit setelah tiba di UGD.

Dugaan pemberian obat yang tidak sesuai dengan kondisi pasien kemudian menjadi salah satu persoalan yang dipertanyakan keluarga. Namun, hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak berwenang.

Sebelumnya, Humas RS Maria Regina, Maria Umi Yati, disebut sempat membenarkan bahwa obat yang diberikan kepada pasien merupakan obat jantung. Namun, pihak rumah sakit belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai diagnosis pasien dan pertimbangan medis pemberian obat tersebut.

Di sisi lain, keluarga korban menyatakan masih mempertanyakan sejumlah hal terkait penanganan pasien serta proses penyelesaian persoalan dengan pihak rumah sakit.

Sri Kukuh Budi Septiadi juga menyatakan keberatan terhadap surat perdamaian yang menurutnya disodorkan pihak rumah sakit tanpa melalui musyawarah dengan keluarga. Ia juga mempertanyakan video klarifikasi yang beredar dan mengaku bahwa pembuatan video tersebut atas permintaan pihak rumah sakit.

Atas persoalan tersebut, keluarga berharap adanya pemeriksaan independen untuk mengetahui secara jelas penyebab meninggalnya korban dan prosedur pelayanan medis yang diberikan.

Sementara itu, manajemen RS Maria Regina melalui kuasa hukumnya, Falentinus Andi, menyatakan bahwa pihak keluarga telah hadir di rumah sakit, menyampaikan klarifikasi, serta menyatakan tidak akan menuntut dan telah berdamai dengan pihak rumah sakit.

Dengan adanya perbedaan keterangan tersebut, Komisi IV DPRD Lampung Utara meminta Dinkes dan IDI melakukan pemeriksaan untuk memastikan fakta dan prosedur medis yang sebenarnya terjadi.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Bawaslu Lampung Gembleng Kapasitas SDM Lewat ...

MOMENTUM, Lampung--Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provin ...


RAPBD 2027 Pringsewu: Belanja Daerah Capai Rp ...

MOMENTUM, Pringsewu--Belanja daerah Kabupaten Pringsewu dalam Ran ...


Pemkot Bandarlampung Ajukan Raperda Penyertaa ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung m ...


Anggota DPRD Minta Dinkes dan IDI Investigasi ...

MOMENTUM, Kotabumi--Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lampung Utara ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com