PWI dan Lemhannas Perkuat Kerja Sama Wawasan Kebangsaan

Tanggal 15 Okt 2026 - Laporan Harian Momentum - 148 Views
Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI memperkuat kerja sama untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan kapasitas wartawan dalam menghadapi tantangan ketahanan nasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Kesepakatan itu mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kepemimpinan dan pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan. Kedua lembaga juga sepakat melakukan pertukaran informasi dan narasumber serta menyelenggarakan kegiatan ilmiah.

Akhmad Munir mengatakan, kerja sama tersebut merupakan pembaruan dari kolaborasi PWI dan Lemhannas yang telah berlangsung lama. Selama ini, anggota PWI di tingkat pusat maupun daerah telah mengikuti berbagai program pendidikan dan pemantapan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan Lemhannas.

“Kami menyambut baik MoU antara PWI dengan Lemhannas. Kerja sama ini adalah pembaruan karena sebelumnya antara PWI dengan Lemhannas sudah terjalin kerja sama yang cukup lama,” kata Munir seusai penandatanganan.

Menurut dia, kolaborasi tersebut perlu dilanjutkan karena tantangan terhadap ketahanan nasional semakin kompleks, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi dan dinamika geopolitik.

Munir menilai, wartawan memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan karena pers berperan memproduksi dan mendistribusikan informasi kepada masyarakat.

Karena itu, wartawan perlu memastikan produk jurnalistik yang dihasilkan tetap berlandaskan nilai kebangsaan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta merawat keberagaman.

“Khususnya oleh wartawan, komunitas pers agar penguatan terhadap nilai-nilai kebangsaannya harus terus dikuatkan, bahkan harus terus ditularkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemberitaan tidak hanya harus memenuhi prinsip jurnalistik, tetapi juga perlu memperhatikan tanggung jawab pers dalam menjaga persatuan bangsa.

“Kita bekerja dalam koridor jurnalisme, di mana memproduksi dan mendistribusi berita. Sehingga berita-berita yang kita produksi, berita-berita yang kita siarkan itu tetap menjaga NKRI, nilai-nilai kebangsaan, dan merawat kebinekaan, keragaman bangsa Indonesia ini agar betul-betul menjadi bangsa yang tahan dan kuat,” kata Munir.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan, ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan demografi.

“Kita menyampaikan ketahanan nasional bukan hanya ditentukan kekuatan militer, tetapi juga oleh komponen yang lain. Ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, demografi kita,” ujar Ace.

Ia menegaskan, menjaga ketahanan nasional merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Karena itu, kerja sama dengan PWI diperlukan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Ace juga mengingatkan adanya ancaman nonmiliter, termasuk perang kognitif yang dapat memengaruhi pola pikir dan persepsi masyarakat.

Menurut dia, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan penggunaan algoritma dalam penyebaran informasi menuntut masyarakat meningkatkan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar.

“Kita harus menyadari itu dan bisa jadi kita menjadi kekuatan yang dipakai,” tuturnya.

Melalui kerja sama tersebut, PWI dan Lemhannas berharap dapat meningkatkan pemahaman wartawan terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat kontribusi pers dalam menjaga persatuan dan ketahanan nasional di tengah perkembangan teknologi informasi.

Dalam kegiatan tersebut, Munir didampingi Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamaji, dan Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu. (*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


PWI dan Lemhannas Perkuat Kerja Sama Wawasan ...

MOMENTUM, Jakarta -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan ...


Seleksi Pejabat Lampung Utara Disorot, Dasar ...

MOMENTUM, Kotabumi -- Polemik hasil seleksi terbuka jabatan pimpi ...


DPRD Bandarlampung Siap Dukung PWI Half Marat ...

MOMENTUM, Bandarlampung – DPRD Kota Bandarlampung menyatakan si ...


Indonesia Uji Cairan Pemadam Kebakaran Hutan ...

MOMENTUM, Jakarta--Pemerintah Indonesia menguji cairan pemadam ke ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com