Mentan Kawal Aspirasi Petani Pringsewu

Tanggal 25 Okt 2026 - Laporan Joko Sulistiyo - 101 Views
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berdialog dengan wanita tani di Kabupaten Pringseu

MOMENTUM, Gadingrejo--Persoalan ketersediaan air, pembangunan bendung, hingga rencana pencetakan 1.000 hektare sawah baru, menjadi aspirasi utama yang disampaikan petani Kabupaten Pringsewu kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam agenda Pesta Rakyat Petani pada puncak peringatan Hari Tani Nasional 2026 di areal persawahan Kompleks Perkantoran Pemkab Pringsewu, Kecamatan Gadingrejo, Minggu (25-10-2026).

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan, ketersediaan air masih menjadi persoalan penting yang perlu segera ditangani untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perluasan lahan sawah.

Menurut Riyanto, Pringsewu memiliki potensi pencetakan sawah baru hingga 1.000 hektare di Kecamatan Pagelaran Utara. Namun, realisasi program tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan yang memadai.

"Kendala kita saat ini sebetulnya adalah ketersediaan air. Sejak 2025, kami sudah beraudiensi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik di Lampung maupun Jakarta, agar bendungan yang ada bermanfaat bagi masyarakat Pringsewu. Semoga permasalahan distribusi air bendungan ini dapat terselesaikan," kata Riyanto.

Riyanto juga menyebut Pringsewu memiliki produktivitas padi mencapai 63,5 kuintal per hektare. Angka tersebut melampaui rata-rata Provinsi Lampung yang tercatat 52,5 kuintal per hektare.

Capaian itu menunjukkan potensi sektor pertanian Pringsewu masih dapat dikembangkan. Namun, optimalisasi pengairan tetap diperlukan untuk mempertahankan produktivitas dan mendukung penambahan luas lahan pertanian.

Pemkab Pringsewu telah mengajukan proposal pembangunan Bendung Way Waya yang berhulu di kawasan hutan lindung Register 22. Pemkab juga mengusulkan pemanfaatan air Bendungan Way Sekampung untuk mendukung pengairan sawah petani.

Usulan tersebut diharapkan mendapat dukungan pemerintah pusat melalui koordinasi lintas kementerian, khususnya untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur dan distribusi air yang berdampak langsung terhadap kegiatan usaha tani.

Selain persoalan air, Riyanto mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat terkait pupuk bersubsidi. Ia menilai penurunan harga pupuk dan perbaikan distribusi membantu petani memenuhi kebutuhan sarana produksi.

Pemkab Pringsewu juga mendorong hilirisasi agar komoditas pertanian memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani.

Sentra mocaf Pringsewu, misalnya, telah menyerap 150 ton singkong petani dan mengolahnya menjadi 40 ton tepung mocaf. Hingga akhir tahun, pemerintah daerah menargetkan penyerapan 320 ton singkong dengan produksi sekitar 80 ton tepung mocaf.

"Kami menargetkan hingga akhir tahun 320 ton singkong terserap, dengan produksi sekitar 80 ton tepung mocaf. Insyaallah, pada November nanti kita mulai ekspor mocaf ke Amerika Serikat," ungkap Riyanto.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah pusat mendukung kebijakan dan upaya yang memberikan manfaat bagi petani.

"Kebijakan yang tepat perlu disertai koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Sinergi ini penting agar kebijakan pertanian dapat memberikan manfaat bagi petani," kata Amran.

Mentan menegaskan pemerintah akan mendukung langkah-langkah yang berpihak pada kepentingan petani, termasuk melalui kebijakan regulasi untuk menjaga keberlangsungan usaha pertanian."Untuk kepentingan petani, kami pasti akan mendukung," tegasnya.

Dalam dialog bersama petani penggarap dan buruh tani, Amran turut menyampaikan bahwa buruh tani, termasuk buruh tanam atau tandur, berpeluang memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan pemerintah daerah maupun petani dalam pertemuan tersebut telah dicatat untuk ditindaklanjuti. Adapun persoalan pembangunan bendung akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pesta Rakyat Petani berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 dengan sejumlah kegiatan, antara lain: Fun Run, kontes kambing dan domba, kontes entog jumbo, Grebeg Ayam, Pasar Tani, serta pelantikan Duta Tani.

Selain Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, agenda tersebut juga dihadiri Presiden PKS yang juga anggota MPR RI Al-Muzammil Yusuf dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (**)

Editor: Munizar


Comment

Berita Terkait


Mentan Kawal Aspirasi Petani Pringsewu ...

MOMENTUM, Gadingrejo--Persoalan ketersediaan air, pembangunan ben ...


Gubernur dan Kepala BNPB Tinjau Penanganan Ka ...

MOMENTUM, Sukadana — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal be ...


Hari Santri 2026, Kemenag Gagas Gerakan Bersa ...

MOMENTUM, Jakarta -- Kementerian Agama menggagas gerakan mengenak ...


Pendaftaran Mitra MagangHub Diperpanjang hing ...

MOMENTUM, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memp ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com