Warga Diminta Siaga Banjir dan Angin Kencang

Tanggal 04 Nov 2026 - Laporan Harian Momentum - 110 Views
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Aswarodi. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Langkah ini dilakukan menyusul memasuki masa peralihan menuju musim penghujan yang berpotensi memicu banjir, angin kencang, hingga puting beliung.

Penguatan mitigasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga) dan Bencana Hidrometeorologi di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Rabu (4/11/2026).

Rakor melibatkan BPBD Provinsi Lampung, BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta BPBD kabupaten/kota se-Lampung.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan, koordinasi dilakukan untuk menyamakan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana, baik akibat aktivitas vulkanik maupun kondisi cuaca selama masa pancaroba.

“Pak Gubernur berpesan agar seluruh masyarakat siap menghadapi bencana dan tidak lengah. Salah satu bentuk kesiapsiagaan adalah menyiapkan tas siaga bencana yang ditempatkan di lokasi mudah dijangkau, sehingga ketika terjadi bencana masyarakat dapat segera menyelamatkan diri,” ujarnya.

Waspada Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau, Aswarodi menjelaskan bahwa berdasarkan pemaparan PVMBG, erupsi yang terjadi saat ini merupakan bagian dari karakteristik gunung api yang masih berkembang.

Meski demikian, potensi sebaran abu vulkanik tetap menjadi perhatian. Berdasarkan informasi PVMBG serta laporan BPBD Lampung Selatan dan relawan di Pulau Sebesi, sebaran abu vulkanik masih dalam kondisi aman dan belum mencapai Desa Tejang, Pulau Sebesi.

Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih Level III (Siaga). Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diimbau tidak mendekati kawasan gunung api dalam radius lima kilometer dari kawah.

BPBD Lampung Selatan juga mengusulkan pemasangan rambu peringatan agar masyarakat dan pengunjung tidak memasuki kawasan berbahaya. Usulan tersebut telah mendapat respons dari PVMBG untuk segera ditindaklanjuti.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran, Lampung Selatan, pada periode sebelumnya, Andi Suhardi, menjelaskan bahwa Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api muda yang masih mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan melalui fase konstruksi dan destruksi secara berulang.

Menurutnya, aktivitas erupsi merupakan bagian dari dinamika gunung api dalam melepaskan energi vulkanik. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi keselamatan.

“Untuk saat ini, asap kawah yang teramati berwarna putih tipis dengan ketinggian sekitar 500 meter. Potensi bahaya sekunder yang perlu diperhatikan adalah sebaran abu vulkanik, yang dipengaruhi oleh intensitas aktivitas erupsi dan arah angin,” jelasnya.

Pancaroba Berpotensi Picu Angin Kencang

Selain aktivitas vulkanik, rakor juga membahas potensi bencana hidrometeorologi seiring memasuki masa pancaroba dan musim penghujan.

Aswarodi mengatakan, BPBD Provinsi Lampung bersama BPBD kabupaten/kota akan melakukan peninjauan terhadap saluran air dan drainase, terutama di titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir.

Peninjauan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing pemerintah daerah, termasuk berkoordinasi terkait infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kami akan turun meninjau saluran-saluran air yang menjadi kewenangan provinsi dan nasional. Sementara itu, untuk kewenangan kabupaten/kota, kami meminta Kalaksa BPBD masing-masing melakukan peninjauan agar seluruh saluran air dapat berfungsi dengan baik dan potensi banjir bisa diantisipasi,” katanya.

Pemprov Lampung juga akan mendorong penerbitan imbauan gubernur kepada bupati/wali kota agar mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Masyarakat diminta bergotong royong membersihkan selokan dan drainase, serta memastikan kondisi atap rumah cukup kuat menghadapi potensi angin kencang.

Berdasarkan pemaparan BMKG, sejumlah wilayah dengan karakteristik dataran, seperti Bandarlampung, Metro, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang hingga puting beliung selama masa pancaroba.

Warga yang tinggal di sekitar sungai, tebing, dan pepohonan besar juga diimbau meningkatkan kewaspadaan. Pohon tua yang berpotensi tumbang perlu segera ditangani, sementara saluran drainase harus dipastikan tidak tersumbat.

Musim Hujan Berlangsung Bertahap

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Radin Inten II, Rudi Haryanto, menjelaskan bahwa awal musim penghujan di Lampung berlangsung secara bertahap karena perbedaan karakteristik wilayah dan kondisi geografis.

Wilayah Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat telah memasuki musim penghujan sejak Oktober 2026.

Pada awal November, musim penghujan mulai terjadi di Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Way Kanan, Lampung Utara, dan Lampung Tengah.

Sementara itu, Bandarlampung, Metro, Pesawaran, Pringsewu, serta sebagian wilayah Lampung Timur dan Lampung Selatan diprakirakan mulai memasuki musim penghujan pada akhir November hingga awal Desember 2026.

Rudi mengatakan, November masih menjadi periode pancaroba dengan karakteristik hujan lebat berdurasi singkat dan bersifat lokal. Kondisi tersebut berpotensi disertai angin kencang, petir, hingga puting beliung yang dapat terbentuk dari awan cumulonimbus.

Adapun puncak musim penghujan di Lampung diprakirakan berlangsung pada Januari hingga Maret 2027, dengan sifat musim secara umum berada dalam kategori normal dibandingkan rata-rata klimatologis.

BMKG secara rutin menyampaikan prakiraan cuaca harian, peringatan dini cuaca ekstrem, serta informasi potensi bencana melalui situs resmi dan berbagai layanan diseminasi, termasuk SMS blast dan WhatsApp blast.

Waspada Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Neneng Kusrini, mengatakan BMKG Maritim setiap hari menyusun prakiraan cuaca dan kondisi gelombang untuk enam wilayah perairan di Lampung.

Wilayah tersebut meliputi Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan, Perairan Timur Lampung bagian utara dan selatan, serta Teluk Lampung bagian utara dan selatan.

Peringatan dini gelombang tinggi diterbitkan apabila tinggi gelombang mencapai minimal 1,25 meter sesuai ketentuan BMKG. Namun, karakteristik setiap wilayah perairan perlu menjadi perhatian karena kondisi gelombang dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat berbeda-beda.

“Untuk Perairan Timur Lampung, gelombang setinggi satu meter saja sudah dapat mengganggu aktivitas nelayan karena kondisi rata-rata gelombang hariannya relatif rendah. Sementara itu, di Perairan Barat Lampung, gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter merupakan kondisi yang lebih umum karena berhadapan langsung dengan Samudra Hindia,” jelasnya.

Selain gelombang tinggi, BMKG Maritim juga memantau potensi banjir rob yang dapat berdampak lebih besar terhadap wilayah pesisir apabila terjadi bersamaan dengan musim penghujan, angin kencang, dan gangguan cuaca di perairan sekitar Sumatra bagian barat maupun selatan Jawa.

Melalui rakor tersebut, Pemprov Lampung menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat dalam memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau maupun potensi bencana lainnya. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, PVMBG, dan BMKG.(*\)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, DLH Lampu ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung me ...


Warga Diminta Siaga Banjir dan Angin Kencang ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkua ...


Pesisir Barat Bidik Investor Strategis Lewat ...

MOMENTUM, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat membidik ...


Wagub Jihan Tinjau Kampung Nelayan Merah Puti ...

MOMENTUM, Krui--Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong penge ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com