Seratusan Pedagang Bendera dari Jawa Barat Serbu Bandarlampung

Salah satu di Jalan Sultan Agung Wayhalim Bandarlampung sedang merapikan bendera dan umbul-umbul.// Agung DW

Harianmomentum.com--Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia ke-73, sejumlah pedagang bendera merah putih dan umbul-umbul mulai bermunculan di Kota Bandarlampung.

Menariknya, pedagang bendera dan umbul-umbul itu berasal dari Kota Bandung dan Garut Provinsi Jawa Barat. Para pedagang tersebut pun menyebar hampir di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Hal itu disampaikan Suherman, salah satu pedagang di Jalan Sultan Agung kepada harianmomentum.com, Senin (6/8).

Menurut Suherman, menjelang hari kemerdekaan Indonesia, tepatnya 17 Agustus, biasanya para pedagang sudah mulai menyebar. Salah satunya, datang ke Kota Bandarlampung.

"Yang di Bandarlampung ada sekitar 100an orang dari Bandung dan Garut dan menyebar," jelas Suherman.

Dia menerangkan, hampir setiap tahunnya, para pedagang bendera dan umbul-umbul itu berasal dari Kota Bandung dan Garut.

"Saya sudah dari tahun 2012 selalu ke Bandarlampung," ujar pedagang yang berasal dari Garut itu.

Dia menjelaskan, untuk harga bendera dan umbul-umbul mulai dari Rp25 ribu hingga ratusan ribu.

"Yang paling mahal itu, umbul-umbul untuk di kantor-kantor. Tapi jarang yang beli," jelasnya.

Untuk pendapatan setiap harinya pun bervariatif. Tergantung pada situasi dan kondisi di lapangan.

"Kalau lagi ramai bisa sampai Rp800 ribu, tapi hari ini baru Rp250 ribu," terangnya.

Senada, pedagang lainnya, Yadi mengaku, datang ke Lampung pada 25 Juli 2018. Kemudian, mencari lokasi untuk berjualan dan kontrakan.

"Biasanya kita jualan dari tanggal 1 Agustus sampai 16 Agustus. Kurang lebih dua minggu," ujar Yadi.

Dia mengaku, sudah tiga tahun terakhir berdagang ke Lampung, sejak 2016.

Dia menambahkan, penghasilannya dari berdagang pun berbeda-beda.

"Tidak tentu sih berapa. Hari ini saja baru laku 10 umbul-umbul," ucapnya. (adw)

Berikan Komentar