Kata Temanku Besok-Besok Jangan Terlalu Dipuja-Puji

Munizar Redaktur Pelaksana Harianmomentum

MOMENTUM, Bandarlampung--Senandung pujian atas dua kesuksesan yang telah diraih, seakan menjadi barometer keyakinan meraih sukses ketiga.

Seantero negeri menanti kiprah sebelas anak bangsa kembali mejemput asa gemilang di negeri jiran—Filipina tuan rumah pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara—Sea Games 2019.

Priiit...bunyi pluit menandai dimulainya adu teknik menggering si kulit bundar masuk ke dalam gawang.

Langkah perlahan terkesan sangat hati-hati mengawali perjuangan sebalas anak bangsa di atas rumput sintetis Stadion Rizal Memorial, Manila.

Senandung pujian atas dua kesuksesan sebelumnya, kembali dikoarkan komentator lewat layar kaca televisi 20 inch di hadapanku. "Ahaaay....hampir saja," teriak si komentator penuh keyakinan untuk menang.

"Gambar tivinya ngk jelas. Banyak semutnya," cetus temanku sambil memutar atena kecil di atas meja samping teve. Harapanya dapat gelombang signal yang pas. Biar gambar teve terlihat lebih terang dan jernih.

Gool....! teriak temanku penuh kegembiraan. Gambar layar televisi pun seketika tampak lebih terang dan jernih.

Pada pojok kiri atas layar teve terlihat gambar bendera dua negara dilengkapi tulisan VET 0-1 INA.

Suara komentator pun semakin bersemangat. Memuja-muji kepiawan sebelas pengguwa muda tim nasional Indonesia meraih keunggulan tersebut.

Selepas itu, permainan punggawa muda timnas pun terlihat makin membosankan. Malahan sangat mengkhawatirkan.

Beruntung, separuh babak berlalu, gawang timnas masih tetap perawan.

Memasuki babak kedua, hampir tak ada lagi pujian dari sang komentator untuk timnas. Komentarnya lebih banyak bernada ajakan, mendoakan  timnas tetap bisa mempertahankan skor kemenangan 1-0 itu.

Sayang, timnas tetap menerapkan permainan negatif dengan bertahan di sepertiga lapangan. Entah apakah memang bagian dari strategi, atau memang kesulitan keluar dari kepungan Vietnam.?

"Buyan (bodoh), main kok begitu. Serang jangan bertahan melulu. Liat lah, lama-lama jebol nih," oceh temanku melihat permainan timnas.

Tak lama kemudian.! "Apa gua bilang jebolkan," gertu temanku diiringi perubahan tulisan skor di pojok kiri atas layar televisi VET 1-1 INA.

Temanku terus menggertu kesal karen melihat tak ada perubahan pada pola permainan timnas yang masih terus bertahan.

"Bertahanlah terus. Sakit lu ntar, kalau jebol di menit akhir. Nah, nah-nah jebol ni. Kan apa gw bilang, menit 90 lagi..huuuuu buyan," teriaknya kesal, lagi-lagi diiringi perubahan tulisan skor di pojok kiri atas layar televisi VET 2-1 INA.

Tiga menit masa perpanjangan waktu yang diberikan wasit, tak cukup untuk timnas menyamakan kedudukan.

Timnas pun kalah 1-2 dari Vietnam pada pertandingan ketiga cabang sepak balo group B Sea Games 2019.

Harapan untuk lolos ke babak semifinal memang masih terbuka. Itu, jika mampu memenangi siswa dua pertandingan melawan Laos dan Brunai Darusalam dengan skor besar.

"Dah besok-besok kalau menang jangan terlalu dipuja puji lagi. Hebat lah, fantastislah.. gede kepala.! Di mana kali hebatnya. Realistis ajalah, jangan terlalu bangga," oceh temanku dengan nada sangat kesal dan kecewa. (mnz)

Berikan Komentar