Perawat Turun ke Jalan Tuntut Upah Layak

Tanggal 12 Mei 2017 - Laporan - 1282 Views
Foto: Perawat Lampung longmarch peringati Hari Perawat Sedunia.

Harianmomentum--Ribuan tenaga perawat turun ke jalan guna menolak upah murah, karena sangat merugikan tenaga kerja sukarela (TKS) di wilayah setempat.

 

Hal tersebut sekaligus memperingati hari perawat sedunia (International nurse day) 2017, Jumat (12/5).

 

Ribuan perawat se-Lampung melakukan aksi Long march dimulai dari tugu Adipura hingga kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung. 

 

Aksi tersebut disambut baik Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal selaku Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung.

 

"Kita jadikan momen ini menyuarakan nasib perawat se-Provinsi Lampung. Bagaimana ke depan perawat ikut serta membangun Lampung di bidang kesehatan," ujar Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung Dedi Aprizal.

 

Ia mengatakan, jumlah kelulusan tenaga perawat saat ini di Provinsi Lampung mencapai 1100 sampai 1300 perawat pertahunnya. 

 

Dengan adanya momentum itu, Dedi berharap pemerintah pusat bisa mengangkat perawat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), karena terjadi penumpukan daya sektor tenaga kerja. 

 

Hal ini, kata dia, mengakibatkan pontensial pengangguran di Provinsi Lampung maupun Nasional sangat tinggi.

 

Dedi mengungkapkan, TKS yang ada saat ini memiliki status tidak jelas dengan upah yang juga tidak jelas. "Mereka bekerja hanya ditempatkan sebagai pembantu karena belas kasihan," ujarnya. 

 

Ia juga menyebutkan, ada yang mendapat gaji hanya Rp200-300 ribu. "Upah yang mereka terima tidak sebanding dengan biaya kuliah jurusan perawat yang cukup mahal," kata Ketua DPRD Lampung itu. 

 

Jadi, ia melanjutkan, hal tersebut benar-benar harus diperhatikan pemerintah pusat ke daerah, bagaimana perawat TKS kedepan bisa diperlakukan lebih baik.

 

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo berharap ke depan keberadaan perawat bisa lebih baik. "Keberadaan perawat sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau saya pada prinsipnya tidak masalah kalau semua perawat honorer dan TKS dijadikan PNS, karena peran perawat memang sangat penting. Tanpa perawat, rumah sakit tidak akan bisa berjalan," tegas Ridho.(Ira)

Editor: Harian Momentum


Comment

Berita Terkait


Peringati HUT ke-63, IKWI Lampung Gelar Disku ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke ...


Pemkab Pandeglang dan Astra Financial Resmika ...

MOMENTUM, Pandeglang --  Puskesmas Pembantu (Pustu) Pakulura ...


Pemkot Metro Fasiliasi Tiga Pasien Jalani Per ...

MOMENTUM, Metro--Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memfasilitasi tig ...


Rumah Sakit Sri Pamela Membang Muda Resmikan ...

MOMENTUM, Medan -- Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang be ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com