10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto dan Gus Dur

Tanggal 10 Nov 2025 - Laporan Harian Momentum. - 186 Views
Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, pada penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada ayahnya, Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta -- Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara di Istana Negara, Senin (10-11-2025), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Penganugerahan tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Gelar itu diterima secara simbolis oleh putra ketiga Soeharto, Bambang Trihatmodjo, disaksikan oleh keluarga besar almarhum, termasuk Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto.

Soeharto ditetapkan sebagai salah satu dari sepuluh tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Tokoh lainnya antara lain Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis buruh Marsinah, diplomat Mochtar Kusumaatmadja, tokoh pendidikan Rahmah El Yunusiyah, dan tokoh militer Sarwo Edhi Wibowo.

10 Tokoh nasional diaugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Pahlawan 2025. Foto: Ist.

Soeharto memimpin Indonesia selama 32 tahun, sejak 1966 hingga 1998. Masa pemerintahannya ditandai dengan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi pesat, namun juga meninggalkan catatan sejarah kontroversial terkait dugaan pelanggaran HAM dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di akhir masa kekuasaan.

Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional menuai beragam tanggapan di masyarakat. Sejumlah pihak menyambut positif keputusan ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa Soeharto membangun fondasi ekonomi nasional. Namun, sebagian lainnya menilai pemberian gelar tersebut belum mempertimbangkan aspek pelanggaran hak asasi manusia di masa pemerintahannya.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menegaskan ketidaksetujuannya terhadap pemberian gelar tersebut.

“Saya paling tidak setuju kalau Soeharto dijadikan Pahlawan Nasional,” kata Gus Mus di kediamannya di Rembang, Jawa Tengah, dikutip dari NU Online.

Meski demikian, pemerintah menilai penganugerahan ini sebagai bagian dari upaya menghargai kontribusi tokoh-tokoh bangsa dalam perjalanan sejarah Indonesia. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Joko Kuncoro Kembali Terpilih Jadi Ketua Part ...

MOMENTUM, Panaragan — Joko Kuncoro kembali terpilih secara akla ...


Komisi III DPRD Lampung Tengah Tinjau Jembata ...

MOMENTUM, Waypengubuan -- Komisi III DPRD Kabupaten Lampung Tenga ...


PDIP Pesawaran Komitmen Hijaukan Bumi ...

MOMENTUM, Gedongtataan--Komitmen untuk melestarikan lingkungan hi ...


Tokoh Adat Sungkai Utara Laporkan PT KAP ke D ...

MOMENTUM, Kotabumi -- Tokoh adat dan tokoh masyarakat Sungkai Uta ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar