MOMENTUM, Waybungur -- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kamis 5 Februari 2025 berkunjung ke Desa Kalipasir untuk meninjau proyek jembatan yang telah lama terbengkalai.
Dody mengatakan kunjungan itu merupakan tindak lanjut atas perhatian Presiden terhadap proyek infrastruktur yang terbengkalai akibat persoalan hukum.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Waybungur terhenti selama delapan hingga sepuluh tahun. Pemerintah akan menyiapkan penanganan menyeluruh, tidak hanya pada struktur jembatan, tetapi juga pengendalian banjir di kawasan sekitar.
Ia menyebut penanganan dilakukan setelah adanya keluhan masyarakat yang disampaikan ke pemerintah pusat. Presiden kemudian meminta agar penanganan segera dikoordinasikan.
“Kami datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan sehingga langkah penanganannya bisa tepat,” kata Dody.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan jembatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada daerahnya.
Ela mengatakan Jembatan Waybungur memiliki peran strategis bagi konektivitas dan mobilitas warga, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan.
Menurutnya, pembangunan jembatan itu merupakan kebutuhan lama masyarakat yang menginginkan akses yang aman dan layak.
Pemkab Lampung Timur menyatakan siap mendukung dan mengawal program pembangunan infrastruktur tersebut hingga terealisasi. Pemerintah daerah berharap proyek jembatan segera dilanjutkan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Desa Kalipasir yang berpenduduk sekitar 500 kepala keluarga (KK), merupakan desa terisolir. Satu-satunya akses adalah menyeberangi Sungai Batanghari menggunakan perahu.
Dalam beberapa pekan terakhir, Desa Kalipasir menarik perhatian publik. Setelah sebuah perahu klotok penuh dengan anak sekolah dan sepeda motor, menyeberangi Sungai Batanghari menuju Desa Tanjungtirto untuk menempuh pendidikan. (**)
Editor: Muhammad Furqon