Lampung Jajaki Kerja Sama Perdagangan, Pariwisata, dan Ketenagakerjaan dengan Malaysia

Tanggal 13 Feb 2026 - Laporan Harian Momentum. - 126 Views
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Sage Hotel Kuala Lumpur. Foto: Ist.

MOMENTUM, Kuala Lumpur -- Pemerintah Provinsi Lampung menjajaki kerja sama di bidang perdagangan, pariwisata, dan ketenagakerjaan dengan perwakilan atase di KBRI Kuala Lumpur untuk memperkuat akses pasar internasional, khususnya ke Malaysia. Pertemuan berlangsung di Sage Hotel Kuala Lumpur, Kamis (12/2/2026) malam.

Pertemuan dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Bupati Pringsewu, Inspektur Provinsi, Kepala Dinas Perhubungan, Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Plt Kepala Dinas Pariwisata, serta sejumlah pejabat terkait.

Wakil gubernur menyatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong penyerapan produk unggulan daerah, terutama dari sektor pertanian, perkebunan, dan industri olahan agar dapat masuk pasar Malaysia. Pemprov juga menargetkan perluasan jaringan dagang dan mitra distribusi.

Selain sektor perdagangan, Wagub juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja migran asal Lampung yang bekerja di Malaysia. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memfasilitasi serta mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, terampil, dan berdaya saing.

Di bidang pariwisata, Wagub turut menawarkan potensi destinasi wisata Lampung kepada mitra di Malaysia sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan memperluas promosi pariwisata daerah.

Sementara itu, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur menyampaikan bahwa pelaku UMKM Lampung memiliki peluang besar untuk menembus pasar Malaysia, dengan catatan memenuhi sejumlah persyaratan.

Ia menekankan pentingnya kemitraan dengan mitra lokal, peningkatan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta pemahaman terhadap mekanisme ekspor-impor.

Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas antara Lampung dan Malaysia, baik melalui jalur laut maupun udara. Pengembangan infrastruktur pelabuhan dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam memperlancar arus logistik dan perdagangan.

Sementara itu, Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur memaparkan potensi besar tenaga kerja asal Lampung untuk bekerja di Malaysia, terutama di sektor-sektor strategis.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Malaysia tidak lagi memprioritaskan pekerja migran domestik, yang porsinya hanya sekitar 11 persen. Mayoritas tenaga kerja asing kini dibutuhkan di sektor perkebunan, industri pengolahan (kilang), jasa, terapis, konstruksi, dan pertambangan.

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan dengan KBRI Kuala Lumpur dalam mendukung penguatan ekspor, pengembangan pariwisata, peningkatan konektivitas, serta penempatan tenaga kerja yang berkualitas.

Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung di tingkat nasional maupun internasional. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Lampung Jajaki Kerja Sama Perdagangan, Pariwi ...

MOMENTUM, Kuala Lumpur -- Pemerintah Provinsi Lampung menjajaki k ...


KPK Hadiri Rapat Rencana Kerja Pemprov Lampun ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Pemerintah Provinsi Lampung menggelar ...


Pemprov Lampung Jadikan Program Kerja ke Jepa ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan ...


Kepala OPD Lambar Diminta Tak Tinggalkan Temp ...

MOMENTUM, Liwa--Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus meminta jaja ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar