SPPG Pasar Liwa Akui Menu MBG Tak Lengkap

Tanggal 01 Mar 2026 - Laporan Sulemy - 414 Views
Komponen menu MBG yang disalurkan SPPG Pasar Liwa pada Jumat, 27 Maret dan Sabtu, 28 Maret 2026,

MOMENTUM, Liwa--Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasar Liwa, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), mengakui adanya kekurangan komponen menu pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka salurkan.

Kekurangan tersebut terjadi pada distribusi untuk kebutuhan Jumat, 27 Maret dan Sabtu, 28 Maret 2026, yang sempat dikeluhkan sejumlah orang tua penerima manfaat (PM).

Pada dua hari itu, SPPG Pasar Liwa hanya membagikan dua roti kering dan dua buah salak untuk porsi kecil. Sementara porsi besar hanya mendapat tambahan telur rebus. Menu tersebut dibagikan tanpa susu UHT, yang seharusnya menjadi bagian dari standar pemenuhan gizi.

Pengawas SPPG Pasar Liwa, Riki Sofyan, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (1-3-2026), membenarkan adanya kekurangan tersebut. Ia menyebut susu UHT tidak tersalurkan karena kendala teknis dari pihak pemasok.

“Sudah dikonfirmasi saat kiriman ke sekolah bahwa porsi kecil ada susunya. Tapi susu ada kendala kiriman dari supplier,” tulis Riki.

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan, menu MBG untuk porsi besar seharusnya terdiri dari dua roti/kue kering, dua buah salak, dua butir telur, dan dua kotak susu UHT. Sedangkan porsi kecil berisi dua roti/kue kering, dua buah salak, dan satu susu UHT.

Namun pada distribusi Jumat dan Sabtu tersebut, komponen susu tidak tersedia sama sekali. Riki memastikan kekurangan itu akan dirapel pada penyaluran berikutnya.

“Untuk susu mohon maaf belum ada di dalam totebag. Susu akan kita rapel di hari Senin besok, terima kasih,” lanjutnya.

Ia juga mengklaim informasi kekurangan tersebut sudah disampaikan kepada sekolah penerima manfaat melalui grup guru PIC masing-masing sekolah.

“Kiriman kekurangan susu akan dipenuhi hari Senin. Itu sudah dishare di grup guru PIC, di dalam grup itu ada perwakilan guru dari masing-masing sekolah,” ujarnya.

Baca juga: Wali Murid Pertanyakan Menu MBG

Namun saat ditanya lebih lanjut mengenai jumlah penerima manfaat serta jadwal penyaluran MBG selama Ramadan 2026, Riki belum memberikan keterangan rinci. “Nanti saya tanya sama ahli gizi dulu,” tutupnya singkat.

Penyaluran MBG selama bulan Ramadan dengan sistem dirapel untuk beberapa hari sekaligus memang memunculkan polemik. Mekanisme yang berbeda-beda di tiap SPPG membuat orang tua penerima manfaat kebingungan, baik terkait jadwal distribusi maupun kepastian isi menu yang diterima anak-anak mereka.

Program yang semestinya menjamin pemenuhan gizi itu pun kini menuai tanda tanya soal konsistensi dan pengawasannya. (**)

Editor: Munizar


Comment

Berita Terkait


Almira Desak Dapur MBG Dikelola Profesional ...

MOMENTUM, Pringsewu--Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asa ...


SPPG Pasar Liwa Akui Menu MBG Tak Lengkap ...

MOMENTUM, Liwa--Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasar Liwa ...


Setahun Bambang-Rafieq, Infrastruktur Metro J ...

MOMENTUM, Metro--Setahun kepemimpinan Bambang–Rafieq di Kota Me ...


Cegah Banjir Terulang, Bupati Pringsewu Turun ...

MOMENTUM, Pringsewu -- Pascabanjir yang melanda pusat Kota Prings ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar