MOMENTUM, Bandarlampung--Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Lampung ditutup sementara.
Penutupan itu dilakukan setelah adanya kasus keracunan makanan pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bersumber dari telur asin.
SPPG yang ditutup berada di Menggala Tulangbawang dan Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur.
Hal itu diungkapkan Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Lampung Saipul saat diwawancarai, Senin (2-3-2026).
Saipul menjelaskan, kasus keracunan kembali terjadi di Lampung. Tepatnya di Kecamatan Sukadana Lampung Timur.
"Dari hasil konfirmasi dengan Korwil SPPG Lampung Timur, benar ada delapan orang terdampak. Bahkan ada satu orang lanjut usia yang ikut mengalami gejala karena turut mengonsumsi telur asin tersebut," kata Saipul.
Bahkan, dalam kasus itu, menurut dia, ada balita juga yang menjadi korban karena ikut mengonsumsi telur asin.
"Balita sebenarnya tidak mendapat menu telur asin. Tapi karena dibawa pulang oleh kakaknya, lalu dimakan bersama keluarga, termasuk neneknya, akhirnya ikut terdampak," jelasnya.
Sehingga, dia menegaskan, SPPG di Kecamatan Sukadana ditutup sementara operasionalnya.
"Selama Ramadan ini sudah dua kali terjadi kasus keracunan. Artinya sudah ada dua SPPG yang kita tutup sementara, yaitu di Tulangbawang dan Lampung Timur," kata Saipul.
Dia menyebutkan, dari delapan orang korban, hanya dua yang rawat jalan. Sedangkan enam orang lainnya sempat dirawat inap.
Meski demikian, berdasarkan laporan terbaru dari Satgas, seluruh korban kini telah diperbolehkan pulang.
Kasus tersebut diduga kuat berkaitan dengan telur asin yang disuplai kepada SPPG di Tulangbawang yang sebelumnya sempat keracunan.
Saipul menyebut, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah turun langsung untuk melakukan pemeriksaan terhadap pemasok telur asin tersebut.
"Supplier telur asin yang di Tulang Bawang ternyata sama dengan yang di Lampung Timur. Ini sudah kami koordinasikan, dan kami minta agar distribusi dihentikan sementara agar tidak terulang," tegasnya. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya